Kekeringan, Warga Keresek Manfaatkan Air Sungai Cipacing Untuk Penuhi Kebutuhan Air

Pewarta : Agus Lukman
Koran SINAR PAGI, Kab.Garut

IMG_20170918_125625

Krisis air bersih saat musim kemarau tiba seolah sudah menjadi langganan tahunan bagi warga Kampung Panyingkiran Desa Keresek Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, dimana setiap musim kemarau air sumur untuk konsumsi dan MCK (Mandi, Cuci, Kaalus) diwilayah ini terus menyusut bahkan hingga kering.

Untuk memenuhi kebutuhan air warga memanfaatkan Sungai Cipacing untuk mandi, mencuci pakaian dan BAB,“Karena dirumah tak ada air, terpaksa kami mencuci bahkan mandi juga disini,” ucap Nenah warga Panyingkiran kepada Koran Sinar Pagi, Senin (18/09).

Menurutnya, walaupun air yang ada disungai tersebut tak layak untuk dipakai mencuci maupun mandi, namun karena tidak ada lagi sumber air, sehingga warga terpaksa memakai air sungai tersebut.

Karena kondisi pancuran yang seadanya dan hanya terbuat dari bambu atau pipa sederhana ditambah sebongkah batu untuk alas mencuci baju, tak jarang membuat warga kesulitan,“Kami hanya menggunakan batu dan tempat penggilasan seadanya, tak jarang batu – batu yang ada terasa licin dan seringkali banyak orang yang terpeleset, terkadang baju yang sudah dicuci jatuh ke sungai lagi dan harus dicuci kembali,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga berjarap dibuatkan sumur bor,”Agar saat kemarau tiba warga tidak kesulitan lagi mendapatkan air bersih, kami berharap pemerintah membuatkan sumur bor,” ucapnya.

Dari pantauan Koran SINAR PAGI dilapangan, dari hulu hingga hilir Sungai Cipacing adalah tempat pembuangan air rumah tangga yang ada di pinggiran sungai tersebut, sehingga kondisi air sangat tak layak digunakan, bahkan warna airnya pun ke hijau – hijauan.

(65)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *