Proyek Pembangunan Jalan Cor beton di Kel.Tanjung Raja Timur, Diduga Tak Bertuan

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Rosita Dewi

Kabupaten Ogan Ilir – Proyek pembangunan Jalan Cor Beton di RT 04 Lingkungan 2 Kelurahan Tanjung Raja Timur, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir yang sudah selesai dikerjakan, diduga tidak sesuai dengan spek yang sudah ditentukan, hal itu terungkap saat Tim PHO turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan, Senin (28/11/2022).

Tim PHO menemukan Ketebalan cor jalan tersebut barvariasi mulai dari 9 – 12 Cm, padahal sesuai ketentuan, ketebalan jalan cor beton harusnya 15 Cm sampai 20 Cm.

Saat hendak di wawancara awak media, terkait hasil pengecekan tersebut, salah satu anggota tim PHO, seolah-olah menghindar, dia mengaku belum bisa memutuskan hasil pengecekan.

“Kita mau di ukur dulu, tidak bisa memutuskan hasilnya dilapangan, biar pihak PUPR yang akan menghitung hasilnya seperti apa,” ucapnya, seraya bergegas pergi.

Pantauan dilokasi, proyek pembangunan jalan cor beton sepanjang kurang lebih 580 Meter dengan menelan anggara hingga ratusan juta rupiah tersebut tidak terlihat papan nama proyek, sehingga terkesan misterius.

Padahal sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, menyatakan bahwa setiap pekerjaan pembangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dengan menyertakan informasi jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Pemasangan papan informasi proyek merupakan implementasi asas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

Sementara Yeni, dari Dinas PUPR Kab.Ogan Ilir yang merupakan PPTK proyek tersebut, yang berhasil dihubungi via nomor Watsapp pribadinya, Senin(28/11/2022), menyatakan bahwa itu baru hasil PHO.

“Ya, proyek itu punya aku, inikan baru pengecekan PHO, kami masih menunggu hasil PHO berapa volumenya. Kalau kurang akan ditambah lagi, kalau volumenya tidak cukup perkejaan itu belum kami terima,” kata Yeni singkat.

Sementara itu Tim investigasi BPAN LAI Provinsi Sumsel, Safarudin, menilai, 80 % pembangunan jalan cor beton tersebut salah, menurutnya, pembangunan jalan cor beton itu tidak pernah bervariasi, tidak ditemukan papan nama proyek.

“Jelas pembangunan jalan cor beton itu sudah menyalahi aturan, seharusnya dari awal dibentuknya pekerjaan sudah ada papan proyek, ketika itu tidak ada, maka wajar kita menyebut bahwa itu proyek siluman,” ucapnya.

Dengan adanya papan proyek, lanjutnya, masyarakat bisa tahu, mulai dari pelaksana pekerjaan, hingga besaran anggaran negara yang digunakan untuk proyek tersebut, sehingga ketika ada pihak – pihak yang bertanya, masyarakat bisa turut menjelaskannya.

“Harapan saya, PPTK proyek tersebut, bisa lebih menjelaskan, tentang proyek tersebut,” tandasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90