Pengusaha Batu Gunung Julang Minta Maaf, Sadari Akibatkan Rusak Jalan

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Pengusaha tambang batu Gunung Julang menyadari bila selama pekerjaannya berlangsung  mengakibatkan rusak nya jalan  akibat dilintasi truk muatan besar pengangkut batu yang melebihi kapasitas   jalan tersebut, Namun tak dipungkiri pihak pengusaha itu pun merespon dengan cepat  langsung memperbaiki  jalan  rusak tersebut.

Ia menyatakan akan mengubah armada angkut batu itu dengan truk dibawah 8 ton hingga sesuai dengan regulasi yang ada.

Hal itu diungkapkan Site Manager PT. Mas Jati Andalan, Sammy Kullit penanggung jawab  opersional  perusahaan tambang batu tersebut,

“Saya minta maaf yang sebesar – besar nya. Kami sadari jalan raya yang dilintasi truk pengangkut batu itu menimbukan  kerusakan  jalan, namun itulah resiko yang akan timbul karena untuk mengejar target terpenuhi satu tahun proyek jalan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) harus menggunakan truk besar diatas 8 ton tersebut. Tetapi kami tidak akan tinggal diam karena  kami pun langsung memperbaiki jalan yang rusak tersebut”, ucapnya kepada koransinarpagijuara.com, Kamis, (3/6/21).

Untuk memperbaiki jalan  itu, tambah nya,  kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait,

“Saya sudah bekerjasama dengan PUPR Provinsi melalui UPTD Works Shop yang ada di Paseh. Kami memberikan material untuk memperbaiki jalan tersebut”, tukasnya.

Sammy menambahkan, perlu disadari juga semua pihak bila  pekerjaan yang dilakukan ini merupakan pemenuhan kebutuhan Proyek Nasional untuk pembuatan jalan Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) yang dimulai dari Cileunyi hingga Jakarta.

“Jadi ini untuk kepentingan  proyek nasional (pemerintah) dalam rangka percepatan proyek yang ditargetkan selesai tahun 2022. Kemarin Pak Presiden Joko Widodo meninjau proyek jalur KCIC tersebut dan dia menyatakan harus selesai di tahun 2022”, terangnya lagi.

Namun diapun mengakui dengan pekerjaanya itu pihak nya tidak akan melanggar aturan  yang ada.

“Bila truk  pengangkut batu dari Gunung Julang  sekarang menjadi masalah, kami akan  mengubah armada. Kita akan pakai truk yang lebih kecil  dibawah 8 ton hingga tak berbenturan  dengan regulasi yang ada”, jelasnya.

Kalau  hitung – hitungan tambah dia, untuk mengangkut  satu kali batu kin menggunakan truk berkapasitas 24 kubik (diatas 8 ton lebih).  Nanti kita rubah menggunakan truk yang kapasitas nya dibawah 8 ton. Berari 1 truk besar diganti dengan 5 truk kecil, hingga sesuai dengan kekuatan kelas jalan” jelasnya.

“Jadi sekarang kami menggunakan 20 truk besar, nanti dirubah jadi 100 truk kecil, karena 1 truk besar berbanding 5 truk kecil”, jelasnya lagi.

Diketahui, akibat adanya perlintasan truk yang berujung perusakan jalan provinsi tersebut dari jalur Wado – Sumedang terurama dari  lokasi keluar area Gunung Julang hingga Alamsari, ha itu menimbulkan reaksi  kontra dari masyarakat.

Akibat nya  Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir  pun bereaksi untuk menertibkan jalur tersebut, bahkan di akun resmi FB nya, bernama Dony Ahmad Munir mengaku sudah melayangkan surat ke Dishub Provinsi Jawa Barat, untuk dilakukan penertiban. Untuk itu Pemkab Sumedang melalui Dishub Kabupaten Sumedang, bersama Polres Sumedang,  sudah memasang spanduk peringatan   yang mengingatkan adanya larangan melintasi bagi jalan  provinsi kendaraan  yang tak sesuai kapasitas di jalan Provinsi, Sunedang – Wado – Malangbong.

Saat ditemui media, Polres Sumedang malalui Kasatlantas, AKP Eryda Kusumah yang disampaikan KBO Polres Sumedang Iptu. Suwratman mengiyakan bila pihak nya sudah bekerja sama dengan Dishub Sumedang memasang spanduk  yang dipasang dijalur Sumedang – Wado untuk menertibkan jalur yang melintas di jalur tersebut.

“Kami sebenar nya sudah jauh – jauh hari melakukan tindakan namun karena kami juga ada keterbatasan,  dan sekarang alhamdulilah warga bersama unsur LSM terutama media juga ikut memperhatikan itu. Dengan begitu kami ada kekuatan untuk melakukan tindakan, apalagi saya mendengar dari media bila Bapak  Bupati Sumedang  sudah melayangkan surat ke Propinsi untuk penertiban jalur itu”, ucap Iptu. Suratman di Polres Sumedang.

Sementara itu Kepala Dishub Sumedang, Budi Rahman, melalui Sekretaris Dinas, Atang Sutarno saat ditemui koransinarpagijuara.com diruang kerjanya, menyampaikan bila pihaknya bukan melarang tapi silahkan tonase nya menyesuaikan dengan kondisi jalan yang ada sesuai aturan yang ada.

“Kondisi jalan yang. ada itu, jalur Sumedang – Cisitu – Darmaraja merupakan jalur kelas tiga, dengan tonase dibawah 8 ton, sementara yang melinttas sekarang ada kendaraan yang kapasitasnya diatas 8 ton dan itu tidak ssuai peratuan”,ujarnya.

Kami sudah megirim surat kepada Gubernur, lanjut Atang, yang ditanda – tangani oleh Bapak Bupati Sumedang untuk menyampaikan keadaan dilapagan agar pihak propinsi melaui Dishub nya bisa mengatur dan  menertibkan keadaan itu.

“Selain itu juga kami sudah berkoordinasi dengan Kasatlantas Polres Sumedang, dan pihak Salantas setuju sekali dengan peringatan itu”, jelas Atang

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90