Apresiasi Masyarakat Kecamatan Labuan Terhadap Program BSPS Kabupaten Pandeglang

Pewarta : Yona
Koran SINAR PAGI, Pandeglang

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang di peruntukan bagi masyarakat yang kurang mampu oleh pemerintah sangat di Apresiasi oleh warga Kecamatan Labuan terutama di Desa Labuan dan Desa Karang Anyar.

Sedikitnya 50 kk warga Desa Labuan dan 100 kk di Desa Karang Anyar Kec.Labuan menerima program BSPS dari kementrian perumahan dan permukiman Propinsi Banten yang telah terealisasi pada bulan Mei tahun ini.

Mulya, salah satu Koordinator Desa Labuan yang juga sebagai aparat desa setempat memaparkan, pihaknya turut mendukung program BSPS dengan membantu pendataan masyarakat, mengarahkan agar masyarakat penerima bantuan mempergunakan anggaran dengan sebaik – baik nya sesuai dengan RAB yang ditentukan,

“Anggaran sebesar Rp.15 juta dari pemerintah diharapkan bisa untuk membantu mereka yang ingin memiliki rumah layak huni” tutur Mulya.

Lain hal nya di Desa Kalang Anyar, sejumlah 100 kk penerima bantuan masih terlihat berbenah membangun, pasalnya nilai uang Rp.15 jt yang ditukarkan dengan material yang dipasok oleh suplayer bahan bangunan setempat terkesan agak lambat, karena selain banyak jumlah penerima anggaran, stok material di suplayer pun terbatas, sehingga pembangunan menjadi tersendat.

Siman salah satu warga Karang Anyar menuturkan, ia sedang menunggu bahan kusen dan pintu untuk rumahnya yang belum dikirim dari suplayer, padahal ia berharap bisa secepat nya menyelesaikan proses pembangunan  yang sedang dikerjakannya sendiri akibat tidak memiliki dana untuk membayar tukang,”Terpaksa saya kerjakan sendiri ,karena untuk bayar tukang bangunan saya tak punya biaya,” tutur bapak lima orang anak tersebut.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu RW setempat, “Masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya program BSPS, akan tetapi kendala nya biasanya ada di proses pembangunan,” ucapnya.

Menurutnya, warga mengeluhkan ketiadaan ongkos untuk membayar tukang yang rata – rata Rp.100 rb/hari,”Belum lagi ongkos kenek bangunan yang Rp.70 rb/hari, ditambah konsumsi dan rokok nya pak” ujarnya seraya tersenyum pilu.

Diharapkan kedepan pemerintah mempertimbangkan tentang biaya pembangunan, dalam hal ini ongkos bagi para tukang selain pasokan material bagi bahan bangunan.agar tidak terjadi suara miris dari warga yang mendapat bantuan program, BSPS ujar salah satu nara sumber.

(37)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *