Tantangan Guru Masa Kini

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh: Drs. H. Sukadi, M.I.L.
(Praktisi Pendidikan, Kepala SMA Bina Dharma 1 Bandung)

Pengantar

Guru merupakan salah satu profesi yang menjadi tumpuan harapan masa depan bangsa. Betapa tidak ? Nasib bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh kinerja guru hari ini. Jika guru saat ini berkinerja baik, maka besar kemungkinan masa depan bangsa akan cerah. Sebaliknya, jika guru saat ini berkinerja buruk, maka kemungkinan besar masa depan bangsa akan suram.

Namun, kendatipun guru merupakan tumpuan harapan masa depan bangsa, fakta menunjukkan, bahwa perlakuan negara dan masyarakat kepada guru masih belum seperti yang diharapkan. Guru masih dipandang sebagai sosok yang “kurang penting”, bahkan cenderung masih “dieksploitasi”.

Banyak guru di lapangan yang tenaganya masih belum dihargai secara layak. Bahkan, saat ini ada kecemburuan dari pihak lain jika ada upaya mensejahterakan guru lebih dari profesi lain. Ironis memang, di satu sisi, peran dan kinerjanya dibutuhkan untuk membangun jiwa bangsa, namun di sisi lain, dukungan terhadap eksistensi guru masih kurang maksimal.

Wajar, jika kualitas pendidikan di negeri ini masih belum mencapai harapan sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi kita, yakni melahirkan manusia Indonesia yang cerdas dalam pengertian luas. Cerdas dalam arti luas yaitu memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni dan mampu memanfaatkan ilmunya untuk menolong hidup dan kehidupan diri dan lingkungannya, lahir maupun batin, dunia akhirat.

Tantangan Internal Guru Masa Kini

Di abad modern seperti saat ini, guru menghadapi tantangan besar dalam mengantarkan peserta didik menjadi manusia yang cerdas. Tantangan itu bisa datang dari dalam diri guru itu sendiri (internal) maupun yang datang dari luar (eksternal). Diantara tantangan internal guru saat ini ialah seperti berikut.

Pertama, kualitas diri. Tuntutan guru di abad ini ialah kualitas diri yang unggul. Seorang guru tidak bisa lagi mengandalkan kualitas diri apa adanya. Ia harus memiliki keunggulan dalam kualitas diri, baik pribadi, sosial, maupun profesional.

Guru yang tidak mampu menunjukkan kualitas diri, ia tidak bisa membuat perubahan yang berarti. Kualitas diri harus dipelihara setiap waktu dengan budaya belajar. Ini berarti, bahwa tantangan pertama seorang guru ialah wajib memiliki budaya belajar.

Kedua, keyakinan. Guru harus selalu mempertahankan keyakinan yang kuat dalam dirinya. Bahwa yang dia kerjakan adalah sebuah amalan mulia di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa. Tanpa keyakinan, seorang guru akan rapuh, tidak bisa bertahan menjadi sosok yang ideal dalam situasi kritis dan serba tak menentu seperti saat ini, akibatnya, ruh pembelajaran akan tercerabut, upaya untuk mencapai mutu pembelajaran/pendidikan tidak tertanam kuat. Dampaknya, pembelajaran tidak akan melahirkan manusia yang bermutu.

Ketiga, kreatif dan inovatif. Di abad ini dunia pendidikan membutuhkan guru yang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Digitalisasi yang melanda kehidupan modern saat ini membutuhkan sikap kreatif dan inovatif para guru. Jangan sampai peserta didik lebih tertarik pada aktivitas lain ketimbang aktivitas belajar.

Guru tidak bisa lagi hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh semasa ia kuliah. Tantangan perubahan yang begitu cepat menuntut guru adaptif terhadap perubahan itu, lalu menyikapinya dengan kreativitas dan inovasi. Tanpa itu semua, guru akan tertinggal oleh zaman, sehingga ia tidak bisa menyiapkan generasi masa depan.

Tantangan Eksternal Guru Masa Kini

Selain tantangan internal, guru masa kini dihadapkan pada tantangan eksternal. Di antara tantangan eksternal guru saat ini ialah:

Pertama, globalisasi. Globalisasi telah berhasil menghubungkan kelompok masyarakat satu dengan kelompok masyarakat lain di seluruh belahan bumi dengan sangat cepat. Guru tidak bisa menutup mata dengan hal ini. Oleh sebab itu, globalisasi harus diadaptasi oleh guru secara cepat. Aktivitas pembelajaran tidak hanya membatasi diri pada kehidupan lokal, tetapi harus membuka wawasan siswa dengan wawasan global.

Metoda, pendekatan, stratgi, dan model pembelajaran yang digunakan guru tidak cukup hanya menggunakan model tradisional, tetapi harus bervariasi sesuai tuntutan global. Untuk itu, kembali lagi, seorang guru harus memiliki budaya belajar yang kuat. Guru tidak boleh berhenti belajar dan berpuas diri dengan ilmu yang ia dapatkan di bangku perkuliahan. Semua kompetensi yang harus dimiliki guru wajib terus di-upgrade setiap waktu.

Kedua, perkembangan paham demokrasi dan hak asasi manusia. Kedua paham ini berkembang dengan sangat cepat dan massif di dunia ini, tidak hanya dalam dunia politik. Semua orang saat ini bebas berekspresi menyampaikan pikirannya, termasuk komentar dan penilaian terhadap dunia pendidikan, utamanya profesi guru. Menghadapi kenyataan ini, guru mesti adaptif terhadap perkembangan dua paham ini.

Pendekatan pembelajaran dan pelayanan pendidikan wajib memperhatikan kedua hal ini. Jika tidak, guru akan dibully oleh masyarakat. Sedikit saja guru melakukan pendekatan pembelajaran yang kurang sesuai dengan tuntutan hak asasi manusia, maka seluruh dunia mengarahkan pandangan matanya kepada guru. Oleh sebab itu, guru wajib mempelajari regulasi baru berkenaan dengan pelayanan pendidikan yang ramah anak, sesuai dengan paham hak asasi manusia.

Ketiga, gaya hidup konsumtif dan serba glamour. Guru wajib waspada terhadap kedua gaya hidup ini. Penghasilan guru tidak akan mencukupi untuk memperturutkan dua gaya hidup ini. Oleh sebab itu, guru wajib mempertahankan sikap kebersahajaan dalam hidup sebagai bagian dari nilai-nilai pendidikan.

Memang, tidak mudah hidup bersahaja dalam kondisi lingkungan yang serba konsumtif dan glamour. Tapi, itulah tantangan yang harus dihadapi guru saat ini. Jika guru tidak mampu menjadi model hidup bersahaja, maka pendidikan tidak akan melahirkan manusia-manusia yang bersahaja.

Sebetulnya, masih banyak tantangan-tantangan lain yang harus dihadapi guru di zaman ini. Namun, beberapa tantangan di atas dapat mewakili tantangan utama yang harus dihadapi guru.

Semoga di hari Guru Nasional 25 November 2022 ini, guru Indonesia mampu memaknai tantangan guru sebagai bahan kajian untuk meningkatkan layanan pendidikan di masa mendatang. Walaahu a’lam.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90