HGN Dapat Kiriman “Darah Muda”

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Baru kali ini setelah hampir 20 tahun menjadi guru dapat kiriman lagu dari anak didik. Setelah upacara HGN dan HUT PGRI ke 77 tahun 2022 dan setelah wawancara sebagai narasumber di RRI Bogor 106.8 FM, Saya dapat kiriman video. Video apa? Video lagu Darah Muda seorang anak dengan Vocal dan iringan gitar sendiri.

Sebuah kiriman yang terlihat biasa, tapi bagi Saya sebagai guru, kiriman ini luar biasa dan dapat diterjemahkan dalam berbagai narasi positif.

Pertama Sang Anak ingin “berkenalan” dengan Sang Kepala Sekolah yang juga sama-sama penyanyi dan pemain gitar. Mengapa ingin kenalan ? Karena Ia mengirimkan video pada teman kepala sekolah, asbab tidak punya no HPnya.

Kedua Sang Anak ingin memperlihatkan pada Sang Kepala Sekolah bahwa Ia punya bakat, potensi dan keberanian dalam berkreasi seni suara dan main gitar. Artinya Ia membawa pesan proses pembelajaran berdiferensiasi itu sangat penting. Jangan melihat kecerdasan dari nilai matematika dan kimia saja, misalkan. Seni dan main gitar harus diakui sebagai sebuah keterampilan yang baik.

Ketiga Sang Anak ingin memberikan sesuatu di HGN dan HUT PGRI tetapi tidak punya apa apa yang bisa diberikan. Tak mungkin Ia memberi sebuah kado yang bisa mengganggu “stabilitas” dompetnya. Maka dengan memberi rekaman video lagu Darah Muda tidak membuat finansialnya terganggu. Cukup sedikit kuota, pesan sampai pada Sang Kepala Sekolah.

Keempat Sang Anak mau menyampaikan pesan “Hai Para Guru Semangat Mengajar dan Mendidik Jangan Kendor”. Syair Darah Muda adalah syair yang memberi semangat Darah Muda, agar tetap berenergi saat di ruang kelas, atau saat bertemu anak didik. Anak tak butuh guru loyo dan kurang enerjik. Ia butuh guru yang berjiwa muda, kalau pun tak muda lagi.

Kelima Sang Anak memberi pesan bahwa mendidik dan mengajar itu adalah sebuah seni. Mendidik dan mengajar adalah sebuah upaya atau ikhtiar mencerdaskan dan mendewasakan anak didik yang harus disampaikan dengan seni tersendiri. Mendidik dan mengajar adalah sebuah seni memanusiakan manusia dalam niat ibadah.

Dalam Sambutan HGN di Kampus SMAN 1 Parungpanjang Saya katakan, “Guru dan anak didik itu sejatinya kopel, bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan”. Saling memberi makna dan melengkapi, sehingga bernilai. Barang bisa dibeli dengan uang, masa depan bisa “dibeli” dengan peluang. Pendidikan memberi peluang lebih wow.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90