Hadapi Pendemi, “Tiki Cilacap Kuatkan Akses Ekonomi di Perbatasan Jabar Jateng”

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Cilacap)-, Industri jasa kirim menjadi penggerak ekonomi di daerah selama masa pandemi. Layanan jasa kirim yang tetap mendapatkan ijin untuk mengoprasionalkan usahanya dari pemerintah untuk menghidupkan pertumbuhan ekonomi masyarakat berdampak positif saat menghadapi krisis dari pandemi covid19.

Hamid Fathonie, Kepala Bagian Oprasional TiKi Kantor Cabang Cilacap mengungkapkan pertumbuhan bisnis TIKI di pertengahan tahun ini bertumbuh. “Kami menargetkan hingga akhir tahun ini terus ada kenaikan omset usaha 10-15 % dan sampai saat ini masih on track. Selama pandemi tidak ada pemecetan karyawan yang bekerja di kantor. Mereka juga tetap mendapat gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten/kota atau UMK Kabupaten Cilacap Rp. 2.230.731,50, UMK terbesar di Provinsi Jawa Tengah setelah UMK Kota Semarang Rp. 2.835.021,29 pada tahun 2022,” ungkapnya mengawali wawancara khusus bersama media cetak dan online Koran Sinar Pagi di ruang kerjanya, Jl Gatot Subroto no 108 Cilacap

Selanjutnya Hamid menjelaskan banyaknya program sosial yang dilaksanakan di kantornya sesuai arahan perusahan Tiki Pusat untuk menghidupkan perekonomian masyarakat. “Misalnya program sosial dihadirkan dalam rangka menyambut hari besar, partisipasi kegiatan kemasyarakatan atau menghadapi situasi yang ada menjadi agenda rutin di TiKi Cilacap. Seperti pembagian 1000 buku kepada masyarakat langsung atau melalui perpustakaan, lembaga yang bergerak dibidang literasi atau pendidikan. Dengan buku-buku tersebut masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan waktu luangnya di rumah atau saat Work From Home / WFH untuk tetap mendapatkan akses ilmu pengetahuan. Selain itu juga ada program zakat 2.5% dari hasil usaha jasa kirim yang dibagikan ke masyarakat sekitar atau lembaga panti yatim dan orang yang membutuhkan bantuan sosial. TiKi Cilacap dan Tiki Pusat mengumpulkan dana jutaan untuk bantuan sosial, setelah terkumpul lalu dibagikan saat mengadakan kegiatan peduli sosial,” jelasnya Hamid yang sempat bertugas menjadi Trainer untuk karyawan TiKi di daerah lain.

Menurutnya kinerja 60 karyawan beserta para kurir Tiki juga tetap optimal selama ini. Mereka mampu mengirimkan ke lokasi yang dituju hampir 50-75 penerima setiap harinya. Walaupun harus menyebrang laut/sungai ketika harus mengirim ke wilayah Kampung Laut atau harus naik ke gunung jika ada target kirim ke Dayeuhluhur atau Langkaplancar. Dengan kondisi jalan yang seperti itu, kami fasilitasi biaya oprasionalnya khusus bensin sudah ditanggung oleh perusahaan dan dibekali biaya tambahan jika harus meyebrang saat mengirim ke pelanggan.

Selain itu dirinya juga merincikan pengalaman mengelola usahanya selama pandemi. “TiKi Cilacap ini menjadi kordinator distribusinya, khusus wilayah Cilacap, Kebumen dan Pangandaran. Jadi memiliki peran strategis untuk pertumbuhan ekonomi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Agen jasa kirim TiKi hampir ada di tingkat kecamatan daerah tersebut. Kami juga membuka peluang usaha bagi masyarakat yang ingin membuka agen di wilayhnya. Syaratnya cukup memiliki ruangan penampungan barang, ada komputer, printer dan jaringan internetnya dan bersedia mengikuti aturan jasa kirim. Barang yang terkumpul di agen akan dijemput langsung oleh pihak TiKi Cilacap. Nantinya setelah berjalan pihak agen akan mendapatkan hak bagi hasil keuntungan usahanya. Dibukanya peluang usaha agen TiKi diharapkan memperlancar penjualan atau pengiriman produk hingga ke pelosok desa,” katanya

Hamid juga menceritakan bahwa jasa kirim TiKi selama pandemi ikut serta mendukung pihak Polres Cilacap untuk mencegah peredaran barang terlarang dengan mengikuti seminar dari Badan Nasional Narkotika.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90