Sekeluarga Terinfeksi Covid-19, “Jangan Lengah, Menerapkan Protokol Kesehatan”

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – “Jangan lengah, patuhi selalu protokol kesehatan, karena keberadaan Virus Corona memang nyata, kami sekeluarga, saya, istri, anak, menantu, cucu dan adik ipar pernah terpapar virus ini, diwaktu yang bersamaan,” itu ucapan pertama yang dilontarkan H.Maryono (65), salah satu warga Kota Bandung saat diajak berbincang disela kunjungannya ke keluarga besarnya di Kota Sukabumi, terkait pengalamannya berjuang lepas dari cengkeraman Virus Corona diawal tahun 2021 lalu.

Diakuinya, saat itu secara emosional dirinya sangat terpengaruh, rasa khawatir, sedih bahkan rada takut terjadi hal terburuk berkecamuk dalam dadanya, karena selain harus memperjuangkan kesembuhan dirinya sendiri, sebagai kepala keluarga, mau tidak mau dia juga harus memikirkan nasib anggota keluarga lainnya yang secara bersamaan divonis positif Covid-19, dan harus menjalani perawatan pula.

“Yang pertama terkonfirmasi positif covid adalah istri saya, awalnya kami pikir dia kena thypus, karena demam tinggi, dan mual – mual, namun saat dilakukan test swab, kami sekeluarga dinyatakan positif, menantu dan cucu saya masuk dalam kategori OTG,” ungkapnya.

Dikatakan, sebenarnya waktu itu kondisi cucunya jauh lebih baik, dan bisa untuk tidak menjalani perawatan di rumah sakit, namun, ujarnya, kalaupun dia pulang, lalu siapa yang akan menjaga dan mengurusnya, karena keluarganya sedang menjalani perawatan.

“Bisa dibayangkan, bagaimana sedihnya saat melihat dia ingin bertemu dengan kami, terutama bundanya, tapi saya sangat menghargai sekaligus terharu dengan pelayanan yang diberikan tenaga medis di RS Secapa Polri Kota Sukabumi yang menangani kami, tanpa rasa takut, dia gendong cucu kami, dan membawanya untuk menemui bundanya,” tuturnya.

Disebutkan, setelah dinyatakan negatif dirinya melanjutkan melakukan isolasi mandiri, dirumahnya di Bandung, “Saya takut menjadi sarana penyebaran Covid-19, makanya kami menghindari untuk berinteraksi langsung dengan orang lain, selama kami mengisolasi diri, tak jarang ada tetangga datang mengirimkan makanan buat kami,” katanya.

Namun tak jarang pula dia merasa menjadi orang yang terbuang, dimana ada tetangganya yang berniat membantu dengan mengirimkan makanan, namun meletakannya begitu saja, saat melihat dirinya lalu bergegas pergi.

“Kadang kami merasa sedih bercampur sakit saat ada orang lain yang berniat membantu memberikan makanan, namun kemudian meletakannya begitu saja dan bergegas pergi saat melihat kami keluar, saat itu saya merasa jadi orang yang terbuang,” ucapnya sendu.

Kendati demikian, dirinya mengaku sadar, dan berusaha menerima perlakuan warga tersebut, “Tapi saya sadar dan berusaha menerima kenyataan, bahwa kami sedang dalam kondisi yang rawan, dan sejujurnya kami pun tidak mau menjadi orang yang baik secara langsung ataupun tidak yang menulari mereka,” tambahnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, dengan konsisten menjaga kesehatan dan selalu berupaya mempertahankan imunitas tubuh dengan selalu mengkonsumsi makanan sehat dan vitamin, dirinya mengaku merasa sudah kembali sehat, terlebih setelah di vaksinasi.

“Sejak itu, cara dan gaya hidup saya dan keluarga benar – benar berubah, 5 M selalu kami lalukan, kami tidak mau jatuh dua kali dilubang yang sama,” katanya lagi.

Dia menegaskan yang paling penting dilakukan adalah hindari kerumunan, karena menurutnya disitulah penyebaran virus rawan terjadi, dan selalu gunakan masker saat keluar rumah.

“Jangan anggap remeh Virus Corona, karena nyata adanya, dan kami sekeluarga pernah menjadi korbannya, jangan sampai anda mengalami, sakit segalanya, baik fisik maupun psikis, mencegah lebih baik ketimbang mengobati,” tutupnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90