Sumedang Jadi Percontohan Padi Biogro

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Bermacam upaya dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Sumedang. Salah satunya, dengan mengembangkan demontrasi plot (demplot) tanaman padi dengan menggunakan Biogro.

Hasil uji coba demplot dengan obat organik Biogro ini ditandai dengan acara panen perdana dilahan pertanian pacuan Kuda Sindangraja Kota Kaler Sumedang Utara, minggu (26/9/21).

Bupati Sumedang  Dony Ahmad Munir mengatakan, keunggulan Biogro ini hasil panennya lebih banyak dua kali lipat jika dibandingkan dengan menggunakan pupuk biasa. Selain itu, kualitas padi yang dihasilkan juga lebih bagus.

“Sumedang menjadi demplot untuk percontohan padi menggunakan Bio Gro. Hasilnya ada peningkatan. Biasanya 4 – 5 ton/ hektare kini bisa sampai 9 ton/hektare,” ucapnya.

Bupati berencana, akan menerapkan penggunaan Bio Gro ini di seluruh lahan sawah di Sumedang melalui kerja sama dengan PT Bio Gro untuk penanaman secara masif dengan pola tanam ini sehingga produksi panen lebih meningkat.

“Jadi produksi panen meningkat dan mudah-mudahan surplus terus dan tidak mengimpor beras lagi,” imbuhnya.

Dengan melimpahnya produksi padi di Kabupaten Sumedang, kata Bupati, akan menjadikan Sumedang sebagai
pemasok utama bagi daerah lain seperti DKI Jakarta yang sudah ada MoU sebelumnya.

“Dengan melimpahnya produk pertanian ini, tentunya pasarnya pun sudah ada dimana Pemda Sumedang melalui BUMD Kampung Makmur bekerja sama dalam memasarkan produk pertanian dengan Pemda DKI Jakarta melalui BUMD PT Tjipinang Raya dan Food Station,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) Guntur Subagja Mahardika yang hadir bersama Bupati mengatakan, dipilihnya Sumedang sebagai lokasi uji coba karena pihaknya menilai Sumedang memiliki potensi untuk membangun kemandirian pangan.

“Kita berharap Sumedang menjadi salah satu motor pembangunan kemandirian pangan nasional di Jawa Barat,” ucapnya.

Dikatakan olehnya, peningkatan produksi pangan menjadi konsentrasi yang sangat prioritas dalam membangun ketahanan pangan terutama di saat momentum pandemi.

“Kita harus bisa bagaimana swasembada (pangan) lagi dan membangun ketahanan pangan dimana kualitas pertanian Sumedang terkenal dari dulu sangat bagus sekali,” tuturnya.

Turut hadir Ketua Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Ipong Witono, Ketua PMI Jawa Barat Adang Rochyana, perwakilan PT Bio Gro, Lurah Kotakaler Dadang Setiawan, dan jajaran Kelompok Tani Pacuan Kuda, Sindang Raja, Kelurahan Kotakaler.

Pos terkait

banner 468x60