Hindari Pandemi Corona, Bupati : Cek Point Perbatasan Harus Lebih Ketat

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang -Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir didamping Kepala Bagian Humas dan Protokol  Setda Kabupaten Sumedang Asep Tatang Sujana melaksanakan monitoring posko check point C PSBB di perbatasan wilayah Kecamatan Ujungjaya, Rabu, (6/5/20).

Monitoring ini dilakukan seiring dengan pemberlakuan PSBB tahap II di seluruh Jawa Barat yang sudah mulai dilaksanakan pada hari ini sampai dengan tanggal 19 Mei mendatang sebagai upaya dalam menekan penyebaran virus corona (COVID-19).

Bupati Dony mengatakan, pemberlakuan PSBB tahap II, penjagaan pintu masuk diperbatasan harus lebih diperketat lagi. Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan lonjakan para pemudik yang melakukan perjalanan masuk dan keluar Sumedang.

“PSBB ini berhasil kalau kita bisa menghalau pemudik. Strategi kita menghalau pemudik dengan PSBB berarti harus ketat. Perbanyak penjagaan, jaga pemudik jangan sampai masuk dan hadirkan petugas ada dijalan,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati, solusi tidak mudik atau menunda mudik lebaran menjadi solusi terbaik yang saat ini bisa diambil guna mencegah penyebaran virus corona. Imbauan itu, demi kebaikan bersama. Pasalnya warga pemudik yang datang dari daerah terjangkit berisiko melakukan penularan di kampung halamannya.

Ditegaskannya, kalaupun sudah ada warganya yang sudah terlanjur mudik, pihaknya sudah menyiapkan ruangan isolasi. Para pemudik dari luar daerah akan dipantau dan diisolasi selama 14 hari untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Kalau terpaksa ada yang kesini akan diisolasi di sekolah terdekat yang berdekatan dengan cek point C. Anda bisa masuk ke Sumedang kalau protokol kesehatan dipenuhi, niat dan tujuannya sesuai 8 sektor yang dikecualikan serta harus  memperlihatkan surat tugasnya. Kalau tidak ada itu silahkan putar balik,” pungkasnya.

Pos terkait

banner 468x60