Wali Kota,”Batas Wilayah Etalase Kota Medan”

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Batas wilayah antara Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, menjadi perhatian serius Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin. Sebagai pintu masuk dan keluar Kota Medan, Wali Kota ingin batas wilayah ini terlihat indah dan menarik.

Didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni, Kadis Pekerjaan Umum Khairul Syahnan, Kabag Humas Ridho Nasution dan Camat Medan Sunggal Indra Mulia, Dzulmi Eldin meninjau batas wilayah tersebut. Selain taman yang ada, Wali Kota juga mengecek kondisi gapura.

Kepada Husni, Dzulmi Eldin minta agar taman yang ada ditata dan dipercantik kembali. Apabila ditemukan ada bunga maupun tanaman yang kering segera diganti, termasuk sejumlah pot bunga yang sudah berpecahan. Di samping itu taman juga harus diterangi dengan lampu agar terlihat semakin indah pada waktu malam.

Usai mengamati taman, giliran bangunan gapura yang menjadi fokus perhatian walikota. Kondisi gapura menurut Eldin pun harus mendapat perawatan, sebab sebagai simbolik pintu masuk dan keluar Kota Medan. Menurutnya bangunan gapura juga perlu disentuh cet kembali agar terlihat lebih menawan.

“Batas wilayah antara Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang ini harus dibenahi, selain pintu masuk dan keluar, juga sebagai etalese Kota Medan. Dengan melihat pintu masuk ini, warga pendatang dari luar kota sudah mendapat gambaran sekilas tentang Kota Medan yang kita cintai ini,” katanya.

Yang paling penting lagi, tegas Eldin, genteng yang menjadi atap gapura kondisinya nyaris jatuh, jika itu terus dibiarkan, Walikota khawatir saat angin kencang, genteng jatuh dan menimpa orang yang melintas di bawahnya.

“Saya minta perbaikan genteng atap gapura secepatnya dilakukan!” kata Wali Kota.

Pembenahan taman dan gapura kata Walikota, harus diikuti dengan penataan terhadap pedagang kaki lima (PK5) yang menggelar lapak di sekitar batas wilayah tersebut. Pasalnya, keindahan taman dan gapura yang telah dibenahi itu nantinya akan terganggu menyusul kehadiran para PK5.

Selain melakukan penataan, Walikota minta kepada Camat Medan Sunggal agar mensosialisasikan kepada PKL agar lapak yang mereka gunakan untuk menggelar lapak tidak dibuat permanen tetapi bisa bongkar pasang. “Kalau mau jualan, lapaknya baru dipasang. Setelah selesai berjualan harus dibongkar kembali,” tegasnya.

Kemudian Camat Medan Sunggal juga diingatkan untuk menjaga kebersihan di batas wilayah tersebut. Wali Kota tak mau lagi melihat ada tumpukan maupun serakan sampah di sekitar gapura maupun taman.

“Tidak hanya indah dan menarik, batas wilayah juga harus bersih dari sampah. Oleh karenanya tempatkanlah petugas kebersihan untuk rutin membersihkan sampah di tempat tersebut,” pesannya.

(4)