Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Bandung)-, SMA Terbuka SMA Nasional Kota Bandung saat ini memiliki 300 siswa. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang dan daerah di sekitar Bandung Raya.
Yudhi Hendrayadi, S.Pd, M.Pd, Kepala SMA Terbuka SMA Nasional kota Bandung menjelaskan sejak menerima SK SMA Terbuka di tahun 2016 sampai saat ini pihak sekolah telah berjasama dengan pondok pesantren, lembaga pemasyarakatan Anak Kemenkumham dan Balai Latihan Kerja untuk tempat kegiatan belajarnya.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung Kemenkumham RI merupakan lembaga baru menggantikan fungsi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) narapidana anak. Sebagai tempat pelaksana pembinaan bagi Anak yang menjalani proses hukum. Di sisi lain, mereka memiliki hak untuk belajar di masa anak-anaknya sesuai undang-undang Sidiknas. Kalau untuk Kemenpora sudah ada kerjasama untuk kouta atlit yang akan bersekolah di sini,” ucapnya Yudi yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia
Yudhi Hendrayadi S.Pd, M.Pd mentargetkan setiap lulusannya memiliki kualitas yang sama dengan alumni yang ada di kelas reguler. Karena mereka sama-sama menerima layanan pendidikan learning menejmen sistem. Sehingga ijazahnya dapat dipakai untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri atau sebagai syarat lamaran kerja. Sebagai syarat menerima ijazahnya ialah mereka harus bersekolah di hari jum’at sampai minggu di tempat kegiatan belajar yang disediakan.
Menurutnya kepeminatan pelajar dan dukungan orang tua untuk anaknya melanjutkan sekolahnya dengan memilih SMA Terbuka semakin meningkat jumlahnya. Hingga saat ini sudah ada daftar tunggu siswa yang akan masuk di SMA Terbuka untuk tahun depan.
Yudhi Hendrayadi S.Pd, M.Pd mengungkapkan SMA Terbuka yang dikelolanya termasuk terbaik, katagori jumlah terbanyak siswanya dan layanan standar mutu pendidikannya menurut KCD VII Dinas Pendidikan Jabar.
“SMA Tebuka ini gratis dan menjadi alternatif bagi mereka para pelajar yang tidak diterima oleh sekolah negeri atau swasta, karena penuh saat penerimaan siswa barunya atau PPDB. Selain itu menjadi solusi bagi santri di pesantren yang ingin sambil bersekolah formal jenjang SMA atau peluang khusus pelajar dari keluarga ekonomi tidak mampu dan para pekerja yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya,”ungkapnya
Al Jabbar Wisata Religi Penuh Edukasi Generasi Jabar Juara Lahir & Batin








