Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Tak dapat dibantah satu profesi yang sangat istimewa dan mulia adalah menjadi guru. Menjadi guru adalah menjadi “waliyullah” bagi setiap muridnya. Murid adalah jamaah manusia yang paling istimewa dan diistimewakan di semua bangsa.
Realitas guru dan murid hari ini adalah wajah masa depan bangsa di kemudian hari. Apa yang akan terjadi dengan bangsa kita di masa depan adalah apa yang sedang terjadi di ruang ruang kelas dan sekolahan hari ini.
Kemuliaan guru dalam semua ajaran agama sangatlah tinggi. Guru dianggap sebagai pewaris para nabi, yang bertugas menyampaikan ilmu dan membimbing umat manusia menuju kebaikan. Guru adalah “nabi nabi kecil” di hadapan jamaah murid.
Pertanyaannya, sudahkah kita (guru) menjadi pribadi yang menduplikasi sifat sifat kenabian? Setidaknya semua guru wajib : 1) datang di ruang kelas tepat waktu, 2) tepat mengidentifikasi satu persatu karakteristik murid, 3) memiliki informasi dan ilmu pengetahuan terbaru terkait dunia pendidikan, 4) selalu menebar apresiasi pada dinamika positif murid.
Pastikan setiap murid melihat keseharian guru selalu cageur, bageur, bener, pinter dan singer. Spirit Panca Waluya lebih bisa diterima semua murid bila setiap guru hade gogog dan tagog dalam keteladanan Panca Waluya.
Hindari hanya teori dan hal akademik yang disampaikan pada anak, melainkan perlihatkan implementasi dan keteladanan diri. Semoga semua sekolah selalu berada dalam sikon dan area mindfulness yang joyful learning.




