Oleh : Yuyun (Ibu Rumah Tangga)
Anggota Komisi lX DPR Netty Prasetiyani mengecam keras praktik menjual bayi yang berhasil di ungkap oleh Polda Jawa Barat.
Diketahui, kepolisian mengungkap sindikat perdagangan bayi lintas negara yang melibatkan 12 tersangka. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar menyebut, kota Bandung menjadi lokasi awal bayi-bayi tersebut ditampung sebelum dikirim ke Singapura.
Menurutnya, kasus tersebut menunjukkan adanya kelemahan yang menyasar ibu dan anak, sehingga dimanfaatkan oleh sindikat perdagangan manusia. Kasus ini bermula dari laporan orang tua yang kehilangan anaknya. Penyelidikkan kemudian mengarah pada dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan membuka jaringan sindikat perdagangan bayi lintas negara.
“Adanya praktik kejahatan kemanusiaan ini mencerminkan lemahnya sistem perlindungan terhadap bayi, ibu rentan, dan perempuan yang mengalami tekanan sosial ekonomi. Negara harus menyelesaikan persoalan ini secara tuntas,” ujar Netty.
“Praktik keji ini merupakan puncak gunung es dari berbagai persoalan struktural seperti kemiskinan, kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, lemahnya perlindungan sosial bagi ibu hamil diluar nikah, dan celah hukum yang dimanfaatkan oleh pelaku sindikat TPPO,” ujar Netty dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (18/7/2025).
Dalam SISTEM SEKULARISME, minimnya kesadaran pada setiap manusia untuk keberlangsungan hidup generasinya. Sebagian orang yang tanpa sadar sudah tergerus arus SEKULARISME mereka menjalani kehidupannya sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan dikesehariannya. Tanpa mereka fahami akan adanya dampak negatif yang terjadi pada dirinya dan generasinya kelak.
Juga di SISTEM KAPITALISME saat ini, minimya PERAN NEGARA dalam mengontrol masyarakatnya di berbagai ASPEK KEHIDUPAN. Khususnya ASPEK IBADAH, padahal dengan adanya pengontrolan dalam ASPEK IBADAH, yakni menanamkan akidah yang baik dan benar, setidaknya akan meminimalisir perkara-perkara yang tidak di inginkan, contohnya dalam Kasus TPPO ini.
Akan tetapi SISTEM saat ini adalah SISTEM KAPITALISME – SEKULARISME yang menjadikan tujuan hidup ini adalah sebuah manfaat untuk kehidupan di dunia saja dan memisahkan norma-norma AGAMA dalam kehidupan.
Dalam SISTEM ISLAM, NEGARA adalah peran utama untuk mengatur kehidupan masyarakat di setiap ASPEK KEHIDUPAN. Seperti ASPEK Ibadah, Pendidikan, Kesehatan, Jual-Beli, dan hal lainnya yang menjadi kebutuhan untuk masyarakatnya.
SISTEM ISLAM akan mendidik masyarakatnya dengan AKIDAH ISLAM sebagai DASAR dari memahami tujuan hidup. Setelah setiap individu memahami tujuan hidupnya, yaitu hanya untuk mendapatkan Ridho dari Allah SWT. dengan mentaati syariatnya, melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Maka hal-hal yang tidak di inginkan yang terjadi di SISTEM yang bukan menerapkan SYARIAT ISLAM seperti saat ini pun, akan sangat minim sekali terjadi. Akan tetapi kehidupan masyarakat yang Aman, Damai, dan Sejahtera di dunia dan di akhirat kelak, akan terwujud dengan adanya DAULAH ISLAMIYAH yaitu KEKHILAFAHAN ISLAM yang dipimpin oleh KHALIFAH yang FAHAM SYARIAT ISLAM dan menjadikan kepemimpinannya itu sebagai sebuah amanah untuk dapat meriayah masyarakatnya dengan menjamin KEHIDUPAN di setiap ASPEK KEHIDUPAN nya dan menjamin Sandang, Pangan, Papan di setiap Warga Negara nya.
Wallahu’alam bi showab




