Baron Baud Merupakan Pembantu Nyimas Entjeh Usai Suami Nyimas Entjeh ( Osah) John Hendry Van Blommestein Meninggal

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Jeky EPSA

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Nyimas Entjeh alias Siti Aminah alias Osah alias Justina Regent alias Mary John Hendry Van Blommestein ( meninggal 5 Januari 1944 di Bandung) seorang Warga Negara Indonesia yang juga tinggal di Bandung dan saat masih gadis menikah dengan seorang duda beranak dua bernama John Hendry Van Bloommestien ( meninggal di Bandung juga tahun 1927) yang pernikahannya itu berlangsung di Pekalongan Jawa Tengah, kemudian dari hasil pernikahanya dikaruniai seorang anak laki – laki bernama OTTO VAN BLOMMESTEIN . Sementara anak bawaan John Hendry Van Blommestien dari istri pertama bernama MEVROW CAROLITE , yaitu MARIA FRANCOISE VAN BLOMMESTEIN dan LILY VAN BLOMMESTEIN dan pada saat patriliasi Jepang sekitar tahun 1942 ketiga anaknya memilih tinggal di negri Belanda (demi keamanan), sehingga melepaskan status kewarganegaraan Indonesia nya.

Dari keterangan ahli waris Nyimas Entjeh, bernama Nandang ( 57) tinggal di Bandung menyatakan bila Nyimas Entjeh awal berhubungan dengan John Hendry Van Blommestien tak direstui ayah nya ( Raden Nuriam /H.Syukur) yang saat itu menjadi Penghulu Agung Kota Bandung tahun 1901 sekaligus sebagai tokoh Islam (ulama) di Jawa bmBarat. Maka tak heran bila ayah Entjeh melarang hubungan yang berbeda agama itu.

“Blommestirn selalu sembunyi – sembunyi saat menemui Nyimas Entjeh atapun saat jalan bersama. Hal itu dilakukan untuk menghindari pantauan ayah Nyimas Entjeh yang tidak merestui hubungan mereka”, jelas Nandang, kepada koransinarpagi juara.com, Rabu, ( 19/06/2024) di rumah saudaranya di Sumedang.

Namun akhirnya, lanjut Nandang, ayah Nyimas Entjeh pun merestui hubungan mereka dengan syarat disiapkan rumah gedung besi sebagai Mas kawin (Kebon Kopi Cibeureum Cimahi) sawah 300 bahu di daerah Ciipetir Cihea, Cianjur, dan lain lain yangg tidak bisa disebutkan satu persatu. Maka buat Blommestien mahar tersebut merupakan sangat mudah karena Blomestien hobinya dibilang ahli pertanian dan perkebunan. Maka direstuilah pernikahan tersebut yang dilaksanakan di daerah Pekalongan, Jawa Tengah.

Pernikahan itu dihadiri pamannya yaitu Raden Keta Tahun 1901. Seiring dengan berjalannya waktu semua tanah – tanah terbengkalai yang tidak produktif dibelinya secara syah dan legal oleh Nyimas Entjeh dan Blommestien sehingga tidak aneh apabila asetnya terdapat diseluruh penjuru nusantara NKRi dan atas persetujuan Blomestien saat itu setiap aset yg dibeli di atasnamakan Nyimas Entjeh dan John Hendry pun menyetujui nya. Maka tdk heran apabila aset- aset tersebut seluruhnya atas nama Nyimas Entjeh Siti aminah ( Osah).

Berikutnya, saat Blommestien sudah meninggal.1927, atas kesepakatan bersama dengan anak – amak nya pada tahun 1938 Nyimas Entjeh mulai merintis dan menginventarisir aset- asetnya di seluruh wilayah Nusantara untuk dijadikan sebuah perusahaan yang bernama NV. BLOMKRING,.

Saking banyak nya harta, saat menjalankan usahanya Nyimas Entjeh pun merasa kewalahan akhirnya dia merekrut orang- orang sebagai asisten ahli yaitu diantaranya ahli dibidang pertanian dan perkebunan dengan menghadirkan dari luar negri yaitu Jerman, diantaranya Faber, Baron Baud dan masih ada yang lainnya disampig mandor kontrak yang sudah berjalan dari warga masyarakat biasa, tutur Nandang.

” Maka Baron Baud dari kenyataan itu merupakan salah satu pembantu Nyimas Entjeh yang dipercaya membantu mengelola perusahaan dibawah bendera NV. BLOMKRING”, tandas Nandang.

Kalau dilihat dari harta kekayaan Nyimas Entjeh yang melimpah bahkan fantastis maka tak heran banyak pihak yang mengaku – ngaku ahli waris dari Nyimas Entjeh,

” Saya sudah mengalahkan lebih 30 kelompok yang mengaku – ngaku ahli waris Nyimas Entjeh. Dan saya sebagai ahli waris yang syah sudah ditetapkan berdasarkan Penetapan Ahli Waris ( PAW) dari Pengadilan Agama hingga tingkat MA”, tegas Nandang.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90