Perlunya Terminal di Simpang Cileunyi

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Ai Sumiati (Ibu Rumah Tangga)

Kemacetan yang terjadi di setiap wilayah termasuk di simpang Cileunyi, Kabupaten Bandung misalnya,masih menjadi persoalan. Pemerintah harus sesegera mungkin mengatasi kesemrawutan ini untuk menghindarkan dari kecelakaan dan kemacetan. Menurut Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah Kabupaten Bandung perlu membangun terminal guna mengatasi kemacetan hingga parkir liar yang berada di kawasan Cileunyi tersebut. Dengan adanya terminal tersebut moda transportasi yang biasanya semrawut bisa diatur dengan baik. Djoko juga mengungkapkan, imbas tidak adanya terminal mengakibatkan banyaknya terminal liar yang tidak teratur. Dikutip dari RADARBANDUNG ID.

Keberadaan terminal angkutan umum tentu saja sangat diperlukan warga. Karena akibat dari tidak adanya terminal membuat kemacetan dan terminal bayangan yang merugikan dan membahayakan pengguna jalan. Namun sayang, Pemda selama bertahun-tahun tidak mampu memberikan solusi akan hal tersebut. Hanya berlindung di balik alasan bahwa tanah tersebut sudah tidak disewakan lagi. Sebenarnya jika Pemda punya political will tentu mudah untuk mewujudkan terminal yang representatif bagi warga, dengan membeli tanah tersebut.

Tapi sayang dengan corak kepemimpinan demokrasi kapitalisme, pemerintah cenderung abai terhadap periayahannya. Mungkin karena belum terlihat potensi keuntungan dari pengadaan fasilitas umum tersebut. Inilah asas dari sistem kapitalisme yang hanya ingin mendapatkan manfaat semata tanpa memperhatikan kewajiban sebagai seorang pemimpin. Dalam hal tata kelola pemeliharaan terminal, pemerintah belum mampu memeliharanya dengan baik, karena masih banyak permasalahan yang terjadi akibat tidak adanya terminal seperti kemacetan dan parkir liar. Rakyat membutuhkan pemimpin yang bertanggung jawab atas pengurusannya bukan pemimpin yang abai. Tentu kita tidak bisa berharap banyak kepada pemerintah dalam sistem kapitalisme, karena mereka jelas hanya mementingkan diri sendiri. Tentu pemimpin tersebut hanya ada dalam sistem Islam.

Islam menjadikan seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya karena menggunakan prinsip syariat dimana akidah Islam sebagai dasarnya. Pemimpin sebagai pengurus urusan rakyat dalam berbagai hal termasuk dalam pengadaan fasilitas umum seperti terminal. Penguasa dalam Islam akan memastikan terwujudnya kemaslahatan di tengah-tengah masyarakat bukan melihat adanya keuntungan sebagaimana dalam sistem kapitalisme. Rasa takut pada Allah SWT karena ketakwaannya membuat penguasa dalam Islam bersikap adil pada rakyatnya, karena amanah yang diberikan kepadanya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk fasilitas tersebut berasal dari dana Baitul Mal tidak seperti dalam sistem saat ini yang berasal dari hutang. Pemerintah akan memberikan dan menjaga keamanan, kenyamanan, dan efisiensi bagi semua elemen masyarakat di dalam terminal itu sendiri. Dengan begitu tidak akan lagi ada kemacetan dan kecelakaan serta tidak akan ada parkir bayangan yang membuat semrawut sebagaimana yang terjadi di simpang Cileunyi. Wallahu’alam bishshawab

 

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90