Program TAPERA diantara Memudahkan Atau Menyusahkan

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Rindi Sartika (Ibu Rumah Tangga)

Kebijakan pemerintah baru-baru ini, terkait (Tabungan Perumahan Rakyat) menuai kontra juga kritikan dari masyarakat. Usai Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2024 disahkan tentang perubahan atas PP nomor 25 tahun 2020 tentang Tapera oleh Presiden Jokowi, kini gaji para karyawan harus dipotong sebesar 3%.

Hal tersebut merupakan program pemerintah untuk mengadakan kepemilikan rumah bagi karyawan dengan harga yang murah dan terjangkau dengan bunga rendah.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa seluruh karyawan wajib mengikuti penyelenggaraan Tapera dengan kriteria berumur minimal 20 tahun, sudah menikah, dan memiliki upah minimal sebesar upah minimum.
Sementara itu, golongan pekerja yang wajib mengikuti Tapera ini yaitu seluruh kategori PNS, Polri, TNI, karyawan BUMN, karyawan BUMD, hingga pegawai Mandiri atau sektor informal.

Jika karyawan bekerja dalam sebuah lembaga, maka pemberi kerja wajib mensubsidi sebesar 0,5% dan karyawan menyetorkan sebanyak 2,5% untuk tapera tersebut.
Untuk kerja mandiri atau sektor informal pekerja harus menyetorkan 3% penuh dari gaji pribadi.

Program TAPERA yang katanya tujuannya itu untuk memudahkan karyawan dalam memiliki hunian atau tempat tinggal dimana iuran TAPERA dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan atau dikembalikan pokok simpanannya berikut hasil pemupukannya setelah kepesertaan berakhir. Namun, tentu saja kebijakan ini ditanggapi sinis dan ditentang oleh banyak pihak, terutama para pekerja.

Gaji pekerja yang rata-rata hanya UMR jika harus dipotong untuk iuran sebesar 3% untuk TAPERA, belum lagi ditambah potongan-potongan iuran dari program yang sudah ada sebelumnya seperti pajak penghasilan dan juga BPJS, ini akan membuat nominal gaji pekerja semakin kecil saja. Dan tentu akan memberatkan karena pemenuhan kebutuhan hidup kian hari kian meningkat.

Padahal yang seharusnya bertanggung jawab dan menyediakan fasilitas perumahan bagi rakyat itu pemerintah. Tapi kini pemerintah justru membebani rakyat dengan terus menerus
Memotong gaji pekerja yang membuat pekerja merasa dimiskinkan secara perlahan.

Jadi, sebetulnya TAPERA itu Tabungan Perumahan Rakyat atau justru Tagihan Pemerasan Rakyat?
Jika negara meminta rakyat menabung pemenuhan rumah, itupun tentu harus memperhatikan beberapa hal.

Seperti apa bentuk rumahnya, lokasinya di mana, jarak rumah dengan tempat kerja, dan bayangkan saja harus menabung berapa lamanya agar bisa memiliki hunian yang dimana saat ini hunian/ tempat tinggal begitu mahal dan fantastis harganya.

Seharusnya negara faham bagaimana beratnya dan kesulitannya masyarakat harus bekerja keras pontang panting mencari nafkah demi kebutuhan hidup yang nyatanya tidak dijamin oleh negara. Jadi, dengan adanya iuran TAPERA ditengah ekonomi masyarakat yang justru sedang lemah pemerintah seolah melepas tanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan rakyatnya.

Rasulullah SAW bersabda,
“Imam (Khalifah) adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas (urusan) rakyatnya.
Maka, dalam pandangan islam pemimpin harus hadir sebagai pelayan dan pengurus urusan rakyat. Bukan malah membebani dan mengeruk keuntungan dari rakyat.

Rumah adalah salah satu kebutuhan rakyat. Maka, Negara bisa memberikan kemudahan pembelian tanah dan bangunan, juga bisa membangun perumahan rakyat dengan harga yang sangat terjangkau atau murah. Tanpa kompensasi juga tanpa iuran wajib, semuanya akan diurusi negara. Tidak hanya itu, Negara juga memenuhi kebutuhan utama lainnya, seperti sandang dan pangan dengan menetapkan kebijakan pangan yang murah. Negara pun berkewajiban menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, yang akan memudahkan masyarakat dalam mengakses dan mencari pekerjaan. Karenanya hal memenuhi seluruh kebutuhan rakyat adalah hal utama bagi negara.

Tugas pemimpin juga harus mensejahterakan dan memberi kenyamanan bagi rakyat, maka jangan sampai kebijakan-kebijakan yang diambil justru menyusahkan rakyat.

Sebagaimana sabda Nabi dalam riwayat Muslim. Dari ‘Aisyah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, barang siapa yang mengurusi urusan umatku, lantas ia membuat susah mereka, maka susahkanlah ia. Dan barang siapa yang mengurusi urusan umatku, lantas ia mengasihi mereka, maka kasihilah ia.

Wallahualambissawab.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90