Belum Masuk Musim Kemarau Krisis Air Bersih Melanda Negeri Kaya Air

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Amanah Tya (Ibu Rumah Tangga)

Sebagaimana kita ketahui di berbagai daerah di Indonesia sedang mengalami krisis air bersih
Bandung Jawa Barat. Memperoleh kesulitan Air bersih.

Kondisi Air sumur milik warga sulit di peroleh karena banyak nya berdiri perusahaan atau pabrik industri yang dampak air jadi surut dan mengering.

Bahkan krisis air bersih juga terjadi di kabupaten Bogor sebanyak 13 kecamatan di kabupaten Bogor mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Selama ini warga hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari hari. Begitu kemarau datang, krisis air pun terjadi. Kondisi ini terjadi setiap tahun.

Krisis air telah berdampak serius. Kematian anak di Indonesia disebabkan diare dan waterborne diseases. Data tersebut juga mengonfirmasikan bahwa terdapat 80 juta orang di Indonesia yang belum memiliki akaes terhadap air bersih.

Kondisi krisis air ini sungguh menyedihkan, padahal Indonesia memiliki sumber kekayaan sumber daya air kelima di Indonesia dengan potensi air hujan yang turun mencapai 7 triliun meter kubik. Sebagian besar masih terbuang ke laut yg di kelola untk pertanian, kebutuhan domestik, dan industri.
Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak bisa menikmati air bersih. Rakyat harus membeli air dengan mahal.

Penyebab krisis air ini adalah tata kelola yang tak maksimal. Air diposisikan sebagai kimoditas ekonomi sehingga boleh dikomersialkan. Tata kelola air diprivatisasi sehingga membolehkan perusahaan swasta menguasai sumber – sumber air. Korporasi – korporasi bermodal besar tersebut bisa membeli teknologi yang canggih sehingga bisa menyedot air tanah jauh kedalam bumi.

Sementara itu, rakyat yang tinggal di sekitar sumber air justru justru kesulitan mendapatkan air karena kedalaman sumur mereka tidak sebanding dengan milik perusahaan air. Dahulunya mereka bisa memperoleh air tanpa harus mengebor karena langsung mengambil dari air permukaan. Kini, mereka kesulitan mendapatkan air meski kesulitan mendapatkan air meski sudah mengebor.

Allah SWT. Menciptakan air dengan siklusnya sehingga bisa mencukupi kebutuhan manusia. Allah berfirman,
“Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu kami jadikan air itu menetap bi bumi, dan sesungguhnya kami benar-benar berkuasa menghilangkan nya.”
(Tas Al-Muminun (23) :18.

Di dalam islam, air diposisikan sebagai kebutuhan publik sehingga menjadi milik umum. Konsekuensinya, tidak boleh ada pihak swasta yang menguasai sumber air hingga level menyulitkan rakyat untuk mengakses air bersih. Individu dilarang menggunakan teknologi pengeboran yang menjadikan sumur-sumur warga disekitarnya mati.

Adapun didaerah industri, negara akan tegas mengatur masalah limbah sehingga tidak mencemari lingkungan. Limbah diolah terlebih dahulu hingga level aman untuk di buang dan tidak mengotori air. Perusahaan yang melanggar akan diberi sanksi tegas. Untuk daerah pesisir yang airnya cenderung asin, negara bisa menyediakan penyulingan air sehingga bisa menghasilkan air tawar yang kayak dikonsumsi.

Demikianlah, negara peradaban islam akan melakukan berbagai cara yang efektif demi menyediakan teknologi penyulingan air sehingga bisa menghasilkan air tawar yg layak dikonsumsi bagi rakyat. Hal ini sebagai wujud riayah negara pada rakyatnya.
Wallahu’alam bishwab.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90