Inilah Alasan Mengapa Radya Anom Karaton Sumedang Larang Mendaftar di Pilkada Sumedang Jalur Independen

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Steven Gervan

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Setelah mendaftar kan diri sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumedang pada (12/05/2024) dengan jalur perseorangan, Radya Anom Karaton Sumedang Larang (KSL), YM Rd. Luky Djohari Soemawilaga memberikan alasan mengapa daftar dengan jalur perseorangan.

Saat di Pendopo Karaton Sumedang Larang, Bakal Calon Wakil Bupati Sumedang yaitu Radya Anom KSL, YM Rd Luky Djohari Soemawilaga mengatakan, “kenapa saya daftar menggunakan jalur Independen dalam Pilkada tahun 2024, tentu ini mungkin sudah jodoh saya dan sudah merasa pas.” Selasa (21/05/2024)

Pasangan Hendrik – Luky ini telah menyerahkan 77.342 dukungan yang tersebar di 26 Kecamatan di Kabupaten Sumedang.

“Karena memang di dalam perjalanan nya banyak yang menentang juga apabila saya menggunakan jalur dari non independen, terutama yang menentang itu adalah masyarakat khususnya dari masyarakat adat atau masyarakat budaya,” ucap Luky

Pasangan dari Hendrik ini pun menjelaskan, jadi mereka masyarakat adat atau masyarakat budaya tidak ingin saya maju di dalam kontestasi Pilkada 2024 ini menggunakan jalur partai, oleh karena itu saya pribadi bersama pasangan saya Pak Hendrik Kurniawan menjatuhkan ke pas an saya, yaitu menggunakan jalur independen.

KPU Sumedang memasang batas minimal dukungan, yakni 67.239. Dukungan itu harus tersebar dari 14 kecamatan di Sumedang.

Lanjut Luky berharap, mudah – mudahan dengan pilihan ini bisa membuat masyarakat adat atau masyarakat budaya bisa lebih lugas dalam menentukan sebuah sikap dan menentukan aspirasi nya ke jalur non partai.

Pasangan Hendrik dan Luky ini pun merasa senang dengan keputusan nya mendaftar dengan jalur independen, karena bisa totalitas dan memberikan sebuah suguhan lalu meng-eksplor kemampuan – kemampuan satu sama lainnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90