Musibah Ciater Bikin Gemeter

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Sri M. Awaliyah ( Guru SD di Kab. Bandung)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan rasa prihatin dan berduka cita atas kecelakaan Bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang Jawa Barat yang menewaskan sekitar 11 orang. Kepala bagian hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat Aznal menjelaskan kejadian berlangsung pada pukul 18.45 WIB, kronologinya yaitu saat bus bernomor polisi AD 7524 OG yang mengangkut rombongan siswa SMK sedang mengarah dari Bandung menuju Subang, bus tiba-tiba oleng ke arah kanan dan menabrak sepeda motor yang berada di jalur berlawanan dan bahu jalan sehingga bus terguling, kecelakaan tersebut diduga karena adanya rem blong pada bus.(https://ekonomi.republika.co.id)

Musibah kecelakaan memang bukan yang pertama kali terjadi, bahkan setiap tahunnya laka lantas kerap terjadi di negeri kita. Musibah adalah ketetapan Allah atau qada yang pasti terjadi, musibah yang berulang terjadi bisa jadi pengingat bahwa apa yang dilakukan manusia salah, sedangkan Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau mengubahnya ( QS Ar Rad 11). Seringkali terjadi kecelakaan diakibatkan human error, misalnya akibat pengemudi kelelahan, mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan, ataukah kondisi kendaraan yang memang sudah tidak layak pakai namun dipaksakan demi meraih keuntungan.

Dalam sistem kapitalisme mengutamakan keuntungan daripada keselamatan adalah suatu kewajaran karena asas hidup kapitalisme adalah manfaat, ditambah dengan aturan negara yang tidak tegas membuat rakyat tidak percaya kepada negara sebagai penjamin dan pemberi rasa aman, karena negara yang menganut sistem kapitalisme selalu menjunjung tinggi materi dan manfaat karena memisahkan aturan agama dengan kehidupan.

Sangat jauh berbeda dengan Islam yang menetapkan keberadaan negara sebagai periayah (pengurus) umat, yang mana negara harus senantiasa memberikan layanan terbaik untuk rakyatnya, termasuk dalam urusan kebutuhan transportasi publik yang akan negara bangun dengan teknologi terbaru serta mengupayakan penyediaan transportasi publik yang memadai ditunjang dengan teknologi navigasi, fisik jalan yang bagus dan aman sehingga pada saat melakukan perjalanan rakyat minim tertimpa dharar (bahaya). Sebagai salah satu contohnya pada masa sistem Islam masih tegak terdapat teknologi kereta api pada abad 19 dimana Khalifah membangun infrastruktur kereta api Hejaz railway untuk memudahkan kaum muslim beribadah haji.

Semua  fasilitas itu diperoleh dari Baitul mal yang mengurusi semua keuangan dan operasional negara dan mandiri dikelola oleh negara tanpa ada campur tangan pihak swasta atau sang pemilik modal, sehingga tidak akan ada kapitalisasi transportasi, ditambah dengan penerapan Islam kaffah disemua lini masyarakat sehingga timbul masyarakat yang beriman dan bertaqwa meminimalisir pelanggaran lalu lintas, keadaan seperti itu hanya bisa didapat pada negara yang menerapkan Islam secara kaffah.

Wallahu a’lam bish-shawab.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90