Kasus Mutilasi Marak, Akibat Cara Berfikir Rusak

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Rindi Sartika (Ibu Rumah Tangga)

Kasus pembunuhan yang sangat sadis semakin hari banyak terdengar di telinga kita. Bahkan tidak sedikit pelaku ada yang sampai tega memutilasi korbannya. Seperti terungkapnya sosok suami bunuh istri memakai gagang cangkul di Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Pelaku yakni berinisial AM (31), warga Kampung Sukarame, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
AM tega membunuh istrinya yang berinisial A (26) di rumahnya sendiri.
Dikatakan Kapolsek Cileunyi Kompol Suharto, pelaku kini sudah diamankan.
“Memang betul telah terjadi pembunuhan di Cileunyi, karena adanya selisih paham hingga terjadi cekcok dan akhirnya terjadi pemukulan,” ujar Suharto, saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (30/4/2024)
Suharto menjelaskan, kejadian itu berawal dari sang suami atau pelaku menemukan notifikasi dari hanphone istrinya atau korban yang membuatnya cemburu.
“Terdapat notif mesra sehingga mengakibatkan cekcok dan kerap terjadi selisih paham dalam kesehariannya,” kata Suharto.

Banyaknya kasus kejahatan terutama kasus pembunuhan baik yang disertai mutilasi ataupun tidak, menimbulkan pertanyaan besar, sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan kejahatan? Karena yang menjadi pelakunya pun terkadang orang terdekat korban. Bisa saja pasangan hidup, anak ataupun orang tuanya sendiri. Dan yang menjadi pemicunya biasanya karena emosi atau amarah yang tidak terkendali dan berujung pada prilaku pembunuhan tersebut.
Faktor penyebabnya mulai dari kesalah pahaman, cemburu atas perselingkuhan, atau keadaan ekonomi yang begitu sangat sulit. Hal ini menandakan cara pandang dalam masyarakat sudah mengalami pergeseran sangat jauh. Seyogyanya para orang tua atau suami yang jelas-jelas seharusnya memberikan perlindungan dan juga kasih sayang terhadap anak-anak atau istri mereka, justru saat ini begitu mudahnya melakukan penyiksaan sampai menghilangkan nyawa seseorang, dan lebih parahnya lagi dengan tega melakukan mutilasi.

Tingkat stres yang tinggi akibat beban hidup yang berat membuat naluri kasih sayang mereka seakan menghilang. Tekanan mental yang begitu luar biasa membuat amarah seseorang begitu sulit diredam. Alhasil emosi mudah tersulut dan memudahkan terjadinya saling sikut menyikut demi mendapatkan kehidupan jauh lebih baik. Belum lagi, gencarnya arus informasi diberbagai media yang saat ini begitu mudah diakses, ini bisa menyebabkan masyarakat memiliki kecemburuan sosial, merasa ingin hidup seperti orang lain, jika tidak terpenuhi konflik ekonomi dan juga perselisihan dalam rumah tangga akhirnya bisa menjadi penyulut seseorang melakukan tindak pembunuhan.

Keadaan masyarakat yang makin terpuruk tentu memerlukan solusi yang mampu menuntaskan masalah sampai ke akarnya. Untuk mendapat ketenangan hidup, pemenuhan kebutuhan masyarakat harus betul-betul diperhatikan.
Jaminan rasa aman harus benar-benar dirasakan oleh semua pihak. Dan ini hanya bisa dirasakan ketika negara menggunakan sistem islam yang sempurna. Dimana didalam sistem islam negara akan menjadi pengatur terhadap urusan umat. Bukan seperti dinegara yang kini menggunakan sistem kapitalis, dimana pemenuhan kebutuhan hidup sangat sulit, dan kesenjangan sosial antara yang kaya dan yang miskin semakin nampak jelas. Dalam sistem islam juga mengedepankan sistem pendidikan yang mampu merubah dan membenarkan cara pemikiran umat. Menyadarkan bahwa kehidupan dunia akan dimintai pertanggungjawaban diakhirat kelak. Sehingga mereka akan memiliki rasa takut kepada Allah ketika tidak menjalankan kehidupan sesuai dengan aturan-Nya.
Jangankan untuk menyakiti, menganiaya atau sampai membunuh, untuk melakukan prilaku buruk sedikitpun mereka tidak akan berani.
Mereka akan menjaga mentalitas mereka dengan semakin mendekatkan diri mereka kepada Allah, menjadi orang-orang yg qanaah, dan senantiasa mendidik juga menjaga keluarga mereka dengan penuh rasa kasih sayang.

Wallahualambissawab

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90