Tentang Study Tour

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Pekan ini sangat hangat terkait tema Study Tour dalam dinamika dunia netizen. Banyak pro kontra, kontra pro. Ini lah realitas dunia netizen dan citizen kita, wajar dan normal.

Turut berduka pada kecelakaan yang menimpa anak – anak SMK. Insyaallah mereka kembali pada cahaya Ilahi, berada bersama_Nya. Allah maha mengatur segalanya.

Ada hal yang saya tangkap betapa “penghakiman” pada dunia sekolah, dunia guru dan kepala sekolah begitu keras meluncur. Sejumlah sumpah serapah ditujukan pada sekolah.

Benar kata Abu Marlo bangsa Indonesian mayoritas agamis tapi komentar dalam dunia maya paling tuna (maaf) adab. Termasuk penghakiman pada dunia sekolahan, guru dan kepala sekolah.

Masyarakat umum kurang bisa memahami bahwa dunia pendidikan itu terkait beberapa dimensi pendekatan dalam memberi learning pada setiap anak didik.

Ada pendekatan edukasi kedisiplinan, keterampilan, kesenian bahkan ada penguatan pengalaman lapangan dan rekreasi. Faktanya study tour adalah dominan aspirasi anak. Aspirasi ini menjadi program sekolah.

Manfaat lain study tour diantaranya adalah : 1) anak diberi pengalaman langsung mengunjungi objek pengetahuan, 2) pembelajaran kerjasama, 3) pembelajaran adversity quotient, resiliensi, team work dan uji karakter di luar sekolah.

Anak didik “kurung batok” atau kurang piknik, asing dari dunia luar sangat tidak positif. Bahkan yang bagus misal anak didik study tour ke pusat pusat budaya terbaik dunia. Mengapa tidak?

Tentu saja study tour disesuaikan dengan kemampuan finansial keluarga. Anak didik tidak mampu dan berprestasi, disubsidi/dibantu. Intinya anak belajar sambil rekreasi.

Hal yang tak boleh sekolah eksploitatif pada anak didik, anak didik jadi objek. Harusnya anak didik jadi subjek layanan, bukan objek yang “melayani” guru gurunya.

Anak didik mengeskplorasi potensi dirinya di luar sekolah, secara berkelompok. Guru mendampingi dengan cermat, jangan malah lengah selfie selfie. Anak didik dan guru adalah dualitas kopel yang harus super oke dalam dunia pendidikan.

Diantara bangsa yang sangat tangguh di dunia adalah bangsa China. Mereka nenek moyangnya “Study Tour” ke seluruh dunia. Dimana ada sinar matahari, disitu ada China. China menjadi bangsa penguasa dunia saat ini.

Bangsa kita harus menjadi bangsa “pengelana” menjajal dunia. Study Tour adalah diantara pembelajaran melihat dunia nyata di luar sekolah secara kolektif. Kelak mereka akan sendiri sendiri hidup di dunia nyata.

Study tour bukan giat negatif. Asal laksanakan dengan layanan terbaik dan istimewa bagi setiap anak didik. Netizen yang menghujat bisa jadi asbab kurang gaul. Panitia yang menggunakan kendaraan tak laik pun pasti sangat kurang gaul.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90