Stres, Menjadi Salah Satu Permasalahan yang Banyak di Alami Mahasiswa, Apa Penyebabnya ?

  • Whatsapp
banner 768x98

Penulis : Shafira Eka Putri
Sekolah Vokasi IPB University
J0401221167

Mahasiswa masa kini sering dihadapkan pada tingkat kesibukan yang sangat tinggi. Juggling antara kuliah, tugas,organisasi, dan berbagai aktivitas lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pentingnya dukungan sosial, manajemen waktu yang efektif, dan perawatan diri agar mahasiswa dapat mengatasi stres dan tetap sehat secara holistik dalam perjalanan pendidikan mereka.

Seyle (1976, dalam Ridner, 2004) menyebutkan bahwa tanpa adanya stres, maka tidakakan ada kehidupan.stres adalah respon non-spesifik dari tubuh terhadap segala tuntutan, baik respon positif maupun respon negatif. Sedangkan menurut Mc Grath dalam Weinerg dan Gould (2003:81) stresakan muncul pada individu bila ada ketidakseimbangan atau kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhannya baik yang bersifat jasmani maupun rohani.

Dalam konteks mahasiswa, ada empat sumber pemicu munculnya stres. Yaitu interpersonal, intrapersonal,akademik dan lingkungan (Ross, Niebling, dan Heckert, 2008). Interpersonal adalah stressor yang dihasilkan dari hubungan dengan orang lain, misalkan dengan teman, orang tua, atau pacar. Intrapersonnal adalah stressor yang berasal dari dalam diri sendiri. Misalnya, perubahan kebiasaan makan atau tidur, kesehatan menurun, atau bahkan masalah keuangan. Penyebab yang ketiga yaitu stressor akademik.

Stressor akademik adalah stressor yang berhubungan dengan aktivitas perkuliahan dan masalah yang dihadapinya. Seperti nilai ujian yang jelek, tugas yang banyak, dan materi yang sulit di pelajari. Sedangkan stressor yang terakhir yaitu stressor lingkungan. Stressor lingkungan ini berasal dari lingkungan sekitar diluar akademik, misalnya kemaceran, tempat tinggal yang tidak nyaman dan kurangnya waktu liburan.

Selain penyebab diatas, banyak pula mahasiswa yang merasa overthingking dengan masa depan. Ketidakpastian masa depan ini seringkali dihadapi oleh mahasiswa setelah lulus kuliah, karier yang akan diambil, atau masuk ke dunia kerja. Hal-hal seperti itu terkadang sangat menimnbulkan kecemasan dan stres bagi mahasiswa.

Telalu bergantung dengan teknologi yang bahkan dapat memicu ketergantungan dengan media sosial juga dapat menjadi pemicu yang sangat relevan bagi mahasiswa masa kini. Teknologi dan ketergantungan pada media sosia dapat menciptakan tekanan untuk selalu terhubung dan terlinat dalam lingkaran sosial virtual. Perbandingan sosial dan tekanan untuk tampil di media sosial inilah yang dapat menyebakan stres di dunia mahasiswa.

Jika seseorang sudah terkena stres, maka akan ada banyak sekali dampak negatif yang dirasakan. Dampak fisik yang dirasakan yaitu gangguan tidur (insomnia) atau gangguan tidur lainnya, masalah gastrointestinal (mempengaruhi sistem pencernaan, menyebabkan masalah seperti mual, muntah, penurunan daya tahan tubuh dan ketegangan otot.

Dampak emosional yang dirasakan yaitu kecemasan dan depresi, kesulitan konsentrasi, perasaan putus asa atau putus asa, perubahan mood. Dampak perilaku yang dirasakan yaitu peningkatan konsumsi zat adiktif, gangguan makan, prokrastinasi atau penghindaran. Juga akan merasakan dampak sosial yaitu isolasi sosial dan kesulitan dalam berinteraksi.

Dampak terakhir yaitu kesehatan jangka panjang, dapat mengidap penyakit kardiovaskular (dapat memicu penyakit jantung dan hipertensi) serta gangguan mental kronis.

Mahasiswa yang mengalami stres tentunya akan memiliki prilaku yang sedikit lain dibandingkan dengan individu lainnya yang tidak mengalami stres. Oleh karena itu, kondisi invididu yang mengalami stres dapat dilihat baik secara fisik maupun psikologis.

Menurut Waitz, Stromme, Railo, 1983:52-71 gejala fisik individu yang mengalami stres ditandai dengan gangguan jantung, tekanan darah tinggi, ketegangan pada otot, sakit kepala, telapak tangan dan kaki terasa dingin, pernapasan tersengal-sengal, kepala terasa pusing, perut mual-mual, gangguan pada pencernaan, susah tidur, bagi wanita akan mengalami menstruasi, dan gangguan seksual (impotensi).

Sedangkan gejala psikologis individu yang mengalami stres ditandai dengan perasaan gugup dan cemas, peka, dan mudah tersinggung, gelisah, kelelahan hebat, enggan melakukan kegiatan, kemampuan kerja dan penampilan menurun, perasaan takut, pemusatan diri yang berlebih, hilangnya spontanitas, mengasingkan diri dari kelompok dan phobia (Waitz, Stromme, Railo, 1983 : 41-50).

Seseorang yang mengalami stres akan mengalami kecemasan karena respon tubuh yang berlebihan. Situasi stres dapat memicu respons tubuh yang dikenal sebagai respons “fight or flight” bertarung atau melarkan diri). pada saatu-saatu stres, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Jika respons ini berlebihan atau terus menerus, dapat menyebabkan ketegangan fisik dan mental yang berkontribusi pada munculnya kecemasan.

Ada beberapa cara untuk mengurangi stres yang muncul dalam diri setiap individu. Yang pertama yaitu mengetahui apa penyebab dari munculnya stres tersebut sehingga jika kita sudah mengetahui apa penyebab dari stres tersebut kita dapat menentukan cara untuk mengurangi stres yang muncul tersebut.

Selain itu, untuk memelihara kebugaran jasmani, latiha pernapasan, latihan relaksasi, melakukan aktivitas yang menggembirakan, berlibur, menjalin hubungan yang harmonis, menghindari kebiasaan yang jelek.

Selain cara untuk mengurangi stres pada diri sendiri, juga ada beberapa cara untuk menghadapi seseorang yang sedang mengalami stres, yaitu :

Dengarkan dengan empati, dengarkan dengan penuh perhatian saat orang tersebut berbiicara. Tunjukkan empati, hindari menghakimi atau memberikan solusi sebelum mereka berhenti berbicara.

Tawarkan dukungan emosional, sampaikan bahwa anda ada untuk mereka dengan apa yang mereka alami. Ungkapan dukungan dan empati anda yang tulus, seperti mengatakan “saya disini untukmu”.

Menghindari menilai atau memberikan solusi secara langsung
Bantu identifikasi sumber stres, Hormati kebutuhan ruang pribadi, Ajak untuk melakukan kegiatan menenangkkan. Jika cocok, ajak mereka melakukan kegiatan yang dapat membantu meredakan stres, seperti berjalan-jalan ringan, meditasi singkat, atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Daftar Pustaka

Sugiarti A. Musabiq, Isqi Karimah (2018), Gambaran Stres dan Dampaknya Pada Mahasiswa, University of Indonesia, Kampus Baru UI, Depok

Waitz, Grete; Stromme, Sigmund; Railo, Willi S. 1983. Conquer Stress with Grete Waitz, (terjemahan Sinta A. W). Bandung: Angkasa.

Hal yang Bisa Kamu Lakukan saat Menghadapi Temanmu yang sedang Stress, 2019, Diakses pada Selasa 6 Februari 2024, dari 5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Saat Menghadapi Temanmu yang sedang Stress (hipwee.com)

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90