Tarif Layanan Puskesmas di Kota Sukabumi Naik

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Arief Avenk

Kota Sukabumi – Terkait kabar naiknya tarif layanan kesehatan Puskesmas di Kota Sukabumi terhitung sejak tanggal 1 Februari 2024 lalu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Kenaikan tarif layanan tersebut hanya berlaku bagi non peserta JKN ataupun BPJS Kesehatan.

Dikatakan, sejak Tahun 2022 lalu, Kota Sukabumi sudah mendapat predikat UHC (Universal Health Coverage), artinya, tambah Reni Rosida Muthmainnah, sudah 95 % penduduk Kota Sukabumi sudah menjadi anggota jaminan kesehatan.

“Bahkan, lanjutnya, di Tahun 2023 kepesertaan sudah mencapai 100 persen.

“Artinya, meskipun ada kenaikan tarif layanan Puskesmas, tidak berdampak bagi mereka yang menjadi peserta JKN maupun BPJS Kesehatan,” katanya.

Sementara Kabag Hukum Setda Kota Sukabumi, Yudi Pebriansyah mengatakan, kenaikan tarif layanan kesehatan itu sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 4 tahun 2023.

Disebutkan, Perda tersebut mengatur mengenai pajak dan retribusi daerah sesuai dengan Undang – undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Perda yang ditetapkan pada 27 Desember 2023 lalu menghimpun berbagai aturan mengenai pajak dan retribusi daerah yang sebelumnya diatur dalam 10 (sepuluh) Perda,” ungkapnya.

Tidak hanya mengatur kenaikan tarif layanan kesehatan saja, ujarnya, Perda tersebut juga mengatur penerimaan pajak retribusi daerah lainnya.

“Perda pajak dan retribusi yang sebelumnya diatur dalam 10 (sepuluh) Perda, kini disatukan dalam satu Perda sehingga dinamakan Perda Pajak dan Retribusi Daerah, yang mencakup PBB – P2 dan pajak hiburan serta ada juga retribusi yang dihapuskan seperti Uji KIR dan tera ulang.” tutur Yudi.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90