Oleh: Rindi SartikaIbu Rumah Tangga
Cuaca ekstrem saat ini menimbulkan potensi bencana yang cukup tinggi. Bencana seperti banjir, longsor, juga gempa bumi semakin sering terjadi. Keadaan ini membuat Dadang Supriatna selaku Bupati Bandung memberikan himbauan kepada masyarakat agar siap menghadapi potensi bencana semacam ini.
Imbauan itu disampaikan Dadang Supriatna di sela-sela Talkshow Ngabedaskeun di Rumah Dinas Bupati Bandung, Jumat (19/1/2024)
Beliau mengatakan masyarakat harus sigap dan juga waspada karna ternyata potensi bencana-bencana seperti ini bisa terjadi kapan saja saja tanpa di duga-duga.
Selain memberikan himbauan Bupati Bandung juga telah mengintruksikan OPD terkait terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana, yang diantaranya dengan melakukan pemetaan daerah rawan bencana.
Selain itu, Pemkab Bandung juga sudah mempersiapkan logistik, peralatan evakuasi, dan kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Pihaknya juga menyiapkan anggaran tidak terduga (BTT) untuk kondisi tanggap darurat bencana dan penanganan pasca bencana sebesar Rp20 miliar.
Sekedar diberikan penyuluhan tentang cara menanggapi sebuah bencana dan juga diberikan bantuan atas bencana yang terjadi rasanya tidak cukup. Karena sudah seharusnya masyarakat pun memiliki kesadaran yang tinggi. Karena jika kita menilik apa penyebab terjadinya bencana alam, maka pada dasarnya bencana alam itu tidak hanya terjadi karena faktor alam saja seperti bumi yang sudah tua, melainkan bisa juga disebabkan akibat ulah tangan manusia.
Suatu kejadian berawal karena adanya sebab akibat. Maka apa yang sudah dilakukan manusia, akan ada pula dampak yang harus dihadapi. Sebagai contoh, buruk nya kesadaran manusia dalam membuang sampah secara sembarangan ini tentu akhirnya akan menimbulkan dampak banjir. Kemudian penebangan hutan secara liar, yang justru menyebabkan longsor, dan masi banyak penyebab-penyebab lainnya yang ini jika dibiarkan tentu akan menimbulkan dampak bencana yang lebih besar.
Seperti disampaikan dalam sebuah ayat dalam Al-quran:
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS. Ar-Rum: 41)
Dalam ayat tersebut jelas, bahwa banyak bencana yang terjadi saat ini adalah bukan hanya karena diakibatkan faktor alamiah saja, melainkan akibat dari buruk nya perbuatan manusia. Dimana saat ini manusia terkesan melakukan perbuatan semaunya, melewati batas dan tidak mau diatur oleh aturan dalam tatanan kehidupan. Merusak dan mengeksploitasi alam secara besar-besaran demi keuntungan semata sehingga alam pun menjadi kehilangan fungsi yang seharusnya.
Selain itu, bisa jadi banyaknya bencana yang terjadi merupakan bentuk azab dari Allah SWT karena semakin maraknya bentuk kezaliman dan maksiat yang merajalela. Banyak manusia yang kini ingkar kepada Allah SWT, pergaulan bebas yang kian marak, dilegalkannya LGBT, riba dimana-dimana, mudahnya manusia melakukan dosa-dosa zina,bahkan yang menyedihkan banyak anggaran-anggaran bencana yang seharusnya diterima oleh masyarakat yang terkena dampak bencana justru malah dikorupsi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan masih banyak lagi bentuk maksiat-maksiat lain yang kini menjadi sebuah pewajaran.
Dan ketika Allah murka, maka Allah dengan mudah menurunkan azabnya seperti hal nya yang terjadi pada zaman Nabi terdahulu.
Hidup di sistem sekuler dimana agama dipisahkan dari kehidupan membuat manusia tidak menyadari bahwa kewajiban mereka bukan hanya tentang ibadah inti atau mahdoh saja seperti sholat, puasa, zakat. Akan tetapi, ada kewajiban-lain yang harus dilakukan diantaranya taat atas apa yang menjadi aturan Allah, tidak melakukan tindakan maksiat, menjaga alam dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, tidak serakah dan melampaui batas dalam mengeruk alam demi memperkaya diri sendiri. Manusia seharusnya memiliki rasa takut yang tinggi kepada Allah SWT, dimana ketika suatu perbuatan maksiat sudah dilakukan secara merata maka azabnya bukan hanya menimpa dirinya sendiri melainkan orang lain juga akan terkena dampaknya.
“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS al-anfal: 25)
Maka, sudah selayaknya manusia bermuhasabah diri, memahami tujuan hidup didunia sejatinya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebuah bencana pun bisa terjadi karena sebuah bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya untuk melihat sejauh mana batas kesabaran manusia ketika diberi ujian dan musibah. Dan akhirnya kita semakin memahami bahwa setiap apa-apa yang terjadi tidak luput selain atas izin Allah SWT.
Wallahualam bissawab




