Kamis, Februari 19, 2026

Kasus Gagal Ginjal Bukti Negara Gagal Menjamin Keamanan Obat dan Pangan

Oleh : Ai Sumiati (Ibu Rumah Tangga)

Sangat sedih dan miris ketika di awal tahun lalu diberitakan kalau ada beberapa anak yang terkena gagal ginjal akut bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Diduga kasus gagal ginjal tersebut diakibatkan dari obat yang dikonsumsi anak tersebut. Sebagaimana yang diberitakan korban mengonsumsi obat sirop merek Praxion sebelum menderita gagal ginjal akut dan meninggal dunia. Padahal BPOM telah menyatakan merek tersebut aman digunakan.

Menurut BPOM kandungan yang diduga menjadi cemaran obat tersebut adalah etilen glikol(EG) dan dietilen glikol(DEG), dan hasil pengujian terbaru Februari lalu menunjukkan semua sampel memenuhi ambang batas kandungan tersebut. Namun, untuk kehati-hatian BPOM masih memerintahkan penghentian sementara produksi dan distribusi obat tersebut. Dilansir dari BBC News Indonesia.

Kabar terkait obat yang dikira menyebabkan gagal ginjal akut ini sempat membuat para orang tua cemas. Meskipun pengumuman BPOM menyatakan aman, orang tua korban beserta ibu-ibu yang memiliki anak kecil sangat berharap untuk menulusuri lebih lanjut dan memberitahukan kepada masyarakat secara transparan supaya kita bersama-sama mencegah kasus gagal ginjal akut ini terjadi kembali.

Selain produsen atau perusahaan farmasi, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) patut dianggap lalai dalam mengawasi bahan baku obat sirop hingga diterbitkannya nomor ijin edar. Aturan yang kurang menyeluruh menjadikan tidak diterapkannya standar mutu tinggi untuk menjaga keamanan obat dan makanan yang akan menjamin keselamatan rakyat.

Hal ini juga menunjukkan lalainya negara dalam menjamin keamanan obat dan makanan termasuk upaya negara dalam mencerdaskan rakyat akan pentingnya keamanan obat dan makanan untuk mencerdaskan rakyat.

Kematian yang diakibatkan gagal ginjal ini seharusnya menyadarkan negara dan masyarakat bahwa ada kesalahan dalam tata kelola kesehatan di negeri ini. Kesehatan sangat erat kaitannya dengan lingkungan bersih dan makanan yang bergizi, edukasi tentang pola hidup sehat, serta perlindungan ketat oleh negara dari penyakit menular.

Penanganan kasus gagal ginjal akut ini termasuk kasus yang ditangani dengan lamban. Pasalnya kesehatan dibawah pengelolaan sistem kapitalisme adalah objek komersialisme yang bisa diperdagangkan. Sistem kapitalisme melahirkan kebijakan yang hanya mementingkan keuntungan, setiap tahun subsidi kesehatan terus dikurangi.

Negara hanya sebagai regulator bukan sebagai pengurus urusan rakyat yang memuluskan bisnis para korporator termasuk dalam urusan kesehatan. Tidak heran jika kasus gagal ginjal akut ini lamban ditangani hingga menelan banyak korban. Karena itu, kesehatan pada anak tidak akan terwujud dalam sistem kapitalisme.

Lain halnya dengan sistem Islam, anak bukan hanya aset masa depan tapi juga bagian dari masyarakat yang wajib dipenuhi kebutuhannya. Negara juga memposisikan dirinya sebagai pengurus urusan rakyat dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam keamanan obat dan makanan.

Islam akan menetapkan standar berkualitas tinggi sehingga rakyat akan terlindungi, menyiapkan SDM profesional dan amanah dan berbagai hal lain yang dibutuhkan untuk menghasilkan sistem kewaspadaan yang cermat dan berkualitas. Dengan begitu rakyat tidak akan merasa cemas karena negara telah benar-benar menjaganya. Wallahu’alam bishshawab

 

Sumiati

Related Articles

Media Sosial

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Berita Terbaru