Isu Beras Plastik Yang Meresahkan

0
240

Oleh : Neng Tintin (Ibu Rumah Tangga)

Harga beras di Kabupaten Bandung masih tinggi. Masyarakat di himbau untuk mewaspadai beredarnya beras plastik di pasaran.

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan, harga beras medium saat ini berkisar Rp 13.300/kg atau lebih tinggi dari harga eceran tertinggi yakni Rp 10.400/kg. “Bedanya hanya sedikit dengan beras premium. Bedanya hanya Rp 1.000. Beras premium itu hanya Rp 14000/kg. Tapi masyarakat Kabupaten Bandung itu sukanya beras medium, tutur Dicky”. Jumat 20 0ktober 2023.
Tingginya harga beras di Kabupaten Bandung dikarenakan produksi beras nasional yang menurun akibat fenomena el nino yang mengakibatkan kegagalan panen.” Kondisinya bukan hanya di Kabupaten Bandung tapi nasional” imbuhnya.

Dicky melanjutkan, ditengah tingginya harga beras, saat ini mulai muncul isu keberadaan beras plastik yang beredar di pasaran. Dengan adanya isu tersebut, Dicky mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya melakukan monitoring lapangan memeriksa pedagang beras, karena di khawatirkan adanya beras plastik beredar di wilayah Kabupaten Bandung.”Sampai sejauh ini kami tidak menemukan adanya beras plastik beredar di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Bandung” ungkapnya. Kendati demikian, dia menghimbau agar masyarakat berhati-hati dalam membeli beras. Dikhawatirkan beras plastik beredar dengan menggunakan jalur distribusi lain.

“Kenali ciri -ciri beras plastik, biasanya butiranya lebih kecil juga lebih bening. Kalau menemukan ciri-ciri seperti itu, sebaiknya lapor kepada kami” katanya.
Disamping itu, pihaknya juga telah meminta kepada pedagang untuk mewaspadai adanya beras plastik yang dimungkinkan beredar ditengah harga beras yang saat ini sedang tinggi. (Sumber: AYO BANDUNG.COM)

Jika dilihat dari isu yang tengah beredar ini, seharusnya pemerintah lebih serius lagi dalam menangani permasalahan ini. Apalagi isu beras plastik ini sudah menyebar luas ke tengah-tengah masyarakat dan menimbulkan keresahan. Bagaimana tidak, karena beras merupakan salah satu asupan dan bahan pokok pertama yang amat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat, terutama masyarakat indonesia.

Dengan sidak kepasar-pasar saja dirasa belum cukup. Perlu dibutuhkan penanganan yang lebih serius lagi, seperti halnya melakukan pemeriksaan dan memastikan keamanan diseluruh jalur distribusi, baik itu distribusi yang berasal dari dalam, maupun luar negeri. Karena dikhawatirkan isu ini bukan hanya sekedar isu, tapi benar nyatanya.
Ditambah lagi, banyak sekali didapati seliweran vidio-vidio pembuatan beras plastik ini. Seharusnya pemerintah lebih gercep lagi, ketika melihat banyaknya vidio pembuatan beras plastik ini. Mulai dari melihat dimana tempat/ keberadaan pabrik pembuatan beras plastik ini, dan dicari sipengunggah vidio pertamanya. Karena dengan banyaknya seliweran vidio pembuatan beras plastik, ini sangat meresahkan mayarakat.

Akan tetapi, masalah ini seolah dibiarkan berlalu begitu saja, tanpa ada penanganan yang lebih serius lagi. Jangan sampai harus ada korban terlebih dulu baru semua bertindak. Naudzubilah.
Apalagi ini menyangkut makanan pokok, yang selalu dikonsumsi masyarakat setiap hari. Jika isu ini dibiarkan begitu saja, maka masyarakatlah yang pada akhirnya menanggung akibatnya.

Apalagi makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Berkat makanan dan minuman, sel-sel dalam tubuh manusia terbentuk, sehingga jasmani dapat tubuh dengan normal. Apabila seseorang kekurangan makanan dan minum, maka badan akan terasa lemah dan jatuh sakit. Apalagi jika makanan yang masuk kedalam tubuh itu adalah makanan yang tidak layak makan, apalagi makanan berbahan plastik, sungguh mengerikan sekali bagaimana efeknya jika ini dikonsumsi, Astagfirullah.

Sebagaimana diterangkan Dalam jurnal ilmiah, yang berjudul “foods of the Quran and Sunnah, that ensure good nutrition to support the normal functioning of the immune system.

Disana disebutkan bahwa beberapa bahan makanan berperan penting untuk pembuatan sel darah pada tubuh manusia, agar memperkuat imun dan mencegah beragam penyakit.
Imam Al-ghazali juga turut menjelaskan dalam buku “Rahasia Halal Haram”: Hakikat Batin Perintah dan Larangan Allah. Untuk mendukung aktivitas sehari -hari Allah SWT memerintahkan umatnya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi juga halal. Hal ini juga disebutkan dalam Alquran:
“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”, ( TQS. Al-a’raf: 157).

Begitupun didalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
“Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam kitab-Nya adalah halal, dan apa yanv diharamkan oleh Allah didalam kitab-Nya adalah haram, dan apa yang di diamkan (tidak diterangkan), maka barang itu termasuk yang dimaafkan,” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).
Jadi, harus kita pahami bersama bahwa sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan manusia dengan segenap kelebihan dan kekurangannya. Allah juga telah menyediakan dimuka bumi ini segala kebutuhan yang dibutuhkannya. Serta Allah juga menurunkan tuntunan (aturan-aturan) untuk manusia, agar hidup manusia terarah dan mempunyai tujuan. Allah tidak menginginkan manusia berlaku seperti binatang, yang hidup hanya sekedar hidup, tidak mempunyai tujuan apapun selain memperturutkan hawa nafsu dan insting-instingnya. Dan setiap aturan yang Allah SWT turunkan mengandung hikmah dan kebijaksanaan yang pada akhirnya manusia juga merasakan manfaatnya. Termasuk aturan yang diberikan Allah bagi manusia dalam hal makanan. Allah SWT hanya memerintahkan manusia memakan makanan yang halal nan baik, seperti firman Allah dalam surat an-Nahl:
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukuri nikmat Allah jika kamu hanya kepada-nya saja menyembah (Qs.an-Nahl :114).
Untuk apa Allah menyuruh kita memakan makanan yang halal dan baik?

Tentu saja tujuannya untuk kebaikan manusia itu sendiri. Dan perlindungan terhadap makanan dan minuman yang beredar, termasuk beras sebagai makanan pokok wajib adanya.
Dalam hal perlindungan konsumen terhadap produk-produk dipasaran sepenuhnya menjadi tugas pemerintah. Jangan sampai konsumen ( masyarakat) menjadi pihak yang dirugikan, dan menjadi korban akibat makanan yang diharamkan. Termasuk pemalsuan makanan, dalam hal ini beras palsu yang di isukan berbahan plastik, serta makanan-makanan yang lainya. Seperti makanan yang menggunakan zat berbahaya seperti formalin, borak dan zat berbahaya lainya.

Harus disadari bahwa seluruh permasalahan ini terjadi akibat sistem kapitalis yang diterapkan saat ini. Dimana manfaat dan keuntunganlah yang menjadi asasnya, sehingga tidak sedikit orang yang akhirnya menguntungkan segala cara, demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa melihat dampak/efek yang ditimbulkan. Itu artinya, perlu sistem yang benar-benar melindungi lesehatan dan keselamatan rakyatnya.

Sistem yang akan memberikan penjagaan yang sangat lertat dan luar biasa dalam menjaga asupan dan makanan pokok yang dikonsumsi bagi masyarakatnya. Dan itu semua hanya bisa dirasakan ketika aturan/sistem islam yang diterapkan.Bukan yang lain.
Harapan kita tidak lain hanya satu yaitu kembali kepada islam, sebab islam mampu melindungi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan sumber daya alam nya yang melimpah. islam akan menjamin keamanan peredaran makanan,minuman beserta bahan pokok yang lainya dengan kontroling yang tegas dan ketat dari negara. Islam pun akan memberlakukan sanksi yang tegas bagi pelaku kecurangan,baik dalam timbangan maupun kecurangan dalam pemalsuan makanan, minuman, dan lain sebagainya. Sanksi didalam Islam membuat efek jera bagi para pelaku kejahatan apapun,serta menjadikan penebus dosa. Berbeda dengan hukuman yang diterapkan saat ini, yang seolah tidak memberikan efek jera apapun bagi sang pelaku, apalagi menjadi penerus dosa. Ditambah banyaknya kasus suap – menyuap kepada penegak hukum, seolah hukum itu seperti dapat dijual belikan, seperti tumpul keatas dan tajam kebawah. Lagi dan lagi uanglah yang berkuasa di era sistem saat ini.
Untuk itu sudah saatnya kita kembali kepada sistem yang akan melindungi umat dari hal buruk apapun,sistem yang sempurna buatan sang pencipta, Allah SWT. Sistem yang akan melindungan jiwa, harta, dan kehormatan. Sistem yang akan memberikan kesejahteraan, dan perlindungan terhadap kebutuhan makanan dan asupan bagi masyarakatnya. Dan itu semua akan diperhatikan oleh negara yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya. Dan itu semua hanya bisa terwujud tatkala Islam itu diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.
walLahua’lam…