Wawasan Kebinekaan Global Adalah Modul Penguatan Nilai Kebhinekaan yang Bisa Dipelajari dan Dipraktikkan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan Di Seluruh Indonesia

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Hum 002 Jurusan PJKS / Ok

Koran SINARPAGI, Kab. Tulungagung,-Dengan adanya kegiatan seminar Wawasan Kebinekaan Global yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang dengan peserta Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Angkatan 1 Gelombang 2 Tahun 2023 serta hadirnya modul Wawasan Kebinekaan Global 29/10 diharapkan para pembimbing yang mana dalam hal ini termasuk bapak/ibu guru bisa kembali belajar mengenal, menghargai, dan merayakan keragaman.

Melalui skema ini, untuk kedepanya kita dapat menumbuhkan sikap toleransi, saling peduli, dan empati dengan geragaman suku bangsa serta budaya yang ada di Republik Indonesia. Modul ini adalah rumah tempat bertemu segala rupa dan warna, ragam bahasa dan budaya, adat istiadat dan agama, rumah tempat menyemai perdamaian dan mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan untuk memperkuat persatuan dalam keragaman.

Seminar Wawasan Kebhinekaan Global disajikan dengan pendekatan yang lebih menyenangkan, ringkas, positif, yang dibawakan dalam bentuk cerita untuk membantu peserta dalam memahami materinya. Serta guna memberikan sistem pola belajar baru bagi peserta didik dalam pendalaman karakter dan budaya Indonesia yang beragam agar dapat lebih maksimal.

Program ini berdampak dalam meningkatkan pemahaman toleransi dan menumbuhkan sikap toleran pada guru dan tenaga kependidikan serta menjadikan guru dan tenaga kependidikan (GTK) sebagai agen promosi toleransi Kebhinekaan. Dengan skema pembelajaran yang lebih efisien untuk di sampaikan kepada peserta didik.

Adapun manfaat yang diharapka dari program kebhinekaan ini bagi guru baik secara teoritis maupunp raktisnya nanti ketika kembali ke Sekolah adalah. Dapat memperkuat pemahaman guru baik secara konseptual maupun praktis akan terciptanya budaya toleransi yang didasarkan atas penghargaan akan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai ajaran agama, nilai-nilai budaya atau local wisdom, dan praktik baik yang sudah dilakukan oleh penggerak pendidikan di Indonesia.

Melalui pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman kebinekaan yang diharapkan bisa diterapkan dan diperkuat juga dalam lingkup lingkungan pendidikan dimana kepala sekolah dan guru bertugas, sehingga budaya saling menghargai akan keragaman sebagai basis adanya sekolah yang aman dan nyaman bisa tercipta.

Output pelatihan ini juga diukur dari kontribusi peserta program (kepala sekolah dan guru) dalam ikut aktif mempromosikan budaya toleran baik di lingkungan sekolah maupun kelas.

Adapun topik dari pembelajaran Kebhinekaan ini di antaranya ;
Topik 1. Kebinekaan Global, Topik 1 ini membawa kita pada fakta asal usul setiap manusia di dunia ini beragam, bahkan melalui tes DNA kita ditunjukkan bahwa asal usul nenek moyang) setiap orang tidaklah tunggal. Kita juga belajar bahwa semakin kita beragam maka semakin membuat kita jauh lebih cerdas.
Topik 2. Kebinekaan Indonesia, Topik 2 ini menjelaskan lebih jauh tentang keragaman Indonesia sebagai sebuah karunia dari sang pencipta. ada tantangan yang dihidangkan juga di topik ini serta solusi bagaimana mengatasinya tantangan tersebut.
Topik 3. Damai dengan Diri, Topik 3 seperti refleksi, mengingatkan diri sendiri bahwa setiap diri punya identitas, dan identitas kita yang unik tidak perlu dibandingkan dengan identitas orang lain. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Topik 4. Sekolah Bineka, Topik 4 ini memberikan contoh praktis bagaimana menerapkan nilai-nilai toleransi di sekolah atau kelas dalam bentuk program kebinekaan, bagaimana membangun budaya damai di sekolah.
Topik 5. Sekolah Damai, Topik 5 ini memberikan pemahaman kepada peserta akan sekolah yang aman, nyaman, serta apa saja tantangan dan solusinya.

Dari 5 Topik yang dipelajari alur belajarnya dimulai dari topik kebhinekaan global, kemudian ke topik kebhinekaan nasional, dan topik kebhinekaan dalam skala personal. Tiga topik pertama ini akan fokus ke landasan teori kenapa kita harus menghargai keragaman. Sementara topik keempat sekolahku yang bhineka lebih ke bagaimana cara mengimplementasikan nilai-nilai tadi di lembaga pendidikan, dan untuk topik kelima yaitu menjadi sekolah damai ini merupakan capaian akhir yang diharapkan terwujud dari kegiatan ini.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90