Karaton Sumedang Larang Hadiri Upacara Adat Sakral Nyangku di Panjalu Ciamis

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: S. Gervan

Koran Sinar Pagi, Ciamis – Upacara Adat Sakral Nyangku merupakan tradisi membersihkan benda pusaka bersejarah peninggalan Prabu Borosongora yang dipusatkan di Taman Borosngora Alun-alun Panjalu. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 5 Oktober 2023 hingga 10 Oktober 2023.

Pada kesempatan ini Keluarga Karaton Sumedang Larang (KSL) menghadiri Upacara Adat Sakral Nyangku yang digelar di Taman Borosngora Alun-alun Panjalu, sekaligus Radya Anom KSL YM Rd Luky Djohari Soemawilaga bersama Puragabhaya mengikuti kirab benda pusaka yang diarak oleh keluarga atau keturunan Kerajaan Panjalu dengan diiringi rebana.

Ketika dilokasi, Radya Anom KSL YM Rd Luky Djohari Soemawilaga mengatakan, kami Keluarga Karaton Sumedang Larang mengucapkan banyak terimakasih kepada Yayasan Borosngora Panjalu, Ciamis yang telah mengundang Karaton Sumedang Larang untuk mengikuti Upacara Adat Sakral Nyangku. Senin (9/10/2023)

Dalam proses itu, ada 3 benda pusaka yang dibersihkan secara simbolis. Yakni pedang Zulfikar yang konon diberikan Sayidina Ali kepada Prabu Borosngora sewaktu ke Mekkah. Lalu ada kujang panjalu dan juga keris Stok Komando. Pencucian benda pusaka itu disaksikan langsung oleh ribuan masyarakat.

“Kami keluarga KSL sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Upacara Adat Sakral Nyangku yang masih terjaga sampai saat ini dengan baik,” ucapnya

Nyangku bertujuan merawat benda pusaka bersejarah peninggalan Prabu Borosngora. Sehingga benda pusaka itu tetap terjaga sampai generasi berikutnya. Sedangkan makna dari Tradisi Adat Nyangku yakni membersihkan atau mensucikan diri.

Turut hadir dalam acara, Keluarga Karaton Sumedang Larang, Puragabhaya, Forkopimda, Karaton Kanoman Cirebon, Karaton Kasepuhan Cirebon, Karaton Talaga Manggung, Masyarakat adat, dan masyarakat Panjalu.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90