Jumat, Maret 6, 2026

Harus Dipahami, Kami Tak Bermaksud Memindahkan Situs Prabu Aji Putih Tapi Hanya Membuatkan Ciri Seperti Ciri Prabu Lembu Agung

Pewarta : Jeky Epsa.

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Makam Maha Prabu Aji Putih leluhur Sumedang yang ada di daerah Cipaku Darmaraja yang kini sudah tenggelam oleh Bendungan Jatigede perlu dilestarikan, tapi melestarikan itu bukan berarti memindahkan makam namun hanya perlu dibuatkan ciri saja di daerah Gunung Leutik. Seperti ciri makam Prabu Lembu Agung yang juga sudah dibuatkan disana, jadi jangan salah faham kami bukan mau memindahkan situs tapi hanya membuatkan ciri saja.

Ungkapan itu disampaikan Ketua Kamandalaan Rukun Wargi Sumedang ( RWS) Kecamatan Darmaraja, Cecep Gunawan, kepada koransinarpagijuara.com melalui saluran WA, Senin, ( 1/10/2023).

Mengapa hal itu perlu dilakukan karena dia membayangkan genersi berikutnya yang akan datang bila ada yang mempertanyakan makam Prabu Aji Putih, tinggal menunjukan ciri nya saja karena makam aslinya sudah tenggelam.

” Itulah pentingnya kenapa ciri Makam Prabu Aji Putih perlu dibuat, yaitu agar generasi berikutnya 20 tahun atau 50 tahun mendatang tak kesusahan menemukan situs Makam Prabu Aji Putih “, ujar Cecep.

Dengan demikian Cecep berharap jangan ada lagi salah persepsi diantara pihak yang terkait dengan Makam Prabu Aji Putih sehingga kerukunan diantara pemerhati situs Makam Prabu Aji Putih menjadi kondusif kembali.

” Bila ciri ( situs) sudah dibuatkan bahkan saya berharap ada nilai tambah ekonomi lagi bagi pengelola situs sehingga kembali ada penghasilan yang bisa digunakan untuk mengelola ciri tersebut”, jelas nya.

Untuk memindahkan situs,Cecep menyadari, hal itu tidak mungkin karena situs atau cagar budaya sudah ada aturan yang mengatur, ” Makanya situs (makam) tidak bisa dipindahkan karena bila pindah akan hilang lah nilai kesitusanya sesuai aturan yang ada”, tandas dia.

Sementara itu lanjut Cecep, contoh “ciri” situs yang sudah dibuatkan selain pada Makam Lembu Agung terjadi juga pada Makam Mbah Dalem Santapura, Ciwangi Desa Cobogo, dan untuk cirinya ada di daerah Batununggul.

” Jadi terkait pembuatan ciri Makam Prabu Aji Putih, semangatnya hanya untuk melestarikan situs bukan untuk merubah atau malah menghilangkan situs”, tutur nya.

Untuk hal itu lanjut Cecep sudah diutarakan dengan pihak pemerintah kecamatan dan pihak kecamatan sudah memahami maksudnya.

” Pak Camat pun sudah mengetahui maksud kami membuat ciri Makam Prabu Aji Putih. Ini tinggal pembahasan lebih lanjut dengan pihak – pihak terkait saja diantaranya seuweu siwi Prabu Aji Putih dan juga pihak lainya”, tutur nya.

Sementara itu Ketua RWS Cabang Sumedang, Supriatna Avip, membenarkan bila memang maksud Ketua Kamandalaan RWS Darmaraja hanya untuk membuatkan ciri saja dari Makam Prabu Aji Putih bukan untuk memindahkan, seperti yang sudah terjadi pada makam Prabu Lembu Agung di daerah Gunung Leutik.

” Hanya membuatkan ciri saja bukan untuk memindahkan ( Makam Prabu Aji Putih), awal nya hal itu diungkapkan saat audensi di Gedung DPRD saat pembahasan kata “Pengeran” oleh Pj. Bupati Sumedang. Maka maksud pembuatan ciri itu juga tersampaikan oleh Ketua RWS Darmaraja”, jelas Avip.

Saat audensi itu juga, lanjut dia, kan dihadiri oleh duapuluh enam kemandalaan RWS se Kabupaten Sumedang,

” Sekali lagi, jadi jelas itu hanya untuk membuatkan ciri saja bukan memindahkan. Duapuluh enam kamandalaan menjadi saksinya”, pungkas Avip.*****

Related Articles

Media Sosial

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Berita Terbaru