PB PGRI Telah Disimpangkan

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh: Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi)

Makin terbelah, konflik baru dan menguat kembali mosi tidak percaya pada Unifah Rosyidi. Kini PB PGRI makin disimpangkan, faktanya surat PB PGRI ditandatangani orang yang tidak dipilih dalam kongres.

Makin ngelantur PB PGRI saat ini, publik guru melihat ada dua surat resmi yang beredar. Satu surat di tandatangani Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi yang kena mosi tidak percaya dan wakil sekjen yang tidak dipilih (tak punya suara anggota) yakni Muhir Subagja.

Satu lagi surat ditandatangani Ketua PB PGRI Terpilih Huzaifah Dadang dan Sekjen Terpilih dalam kongres mewakil suara pemilih, yakni Ali Rahim. Dua surat beredar terkait dinamika PGRI NTT. Surat yang ditandatangani Huzaifah Dadang dan Ali Rahim tentu lebih legal.

Mengapa lebih legal? Pertama mereka tokoh PB PGRI tidak kena mosi. Kedua mereka terpilih hasil Kongres 2019. Sementara surat yang ditandatangani Unifah Rosyidi dan Muhir Subagja delegitmet dan ilegal. Terutama Muhir Subagja bukan pengurus yang mewakili suara anggota.

Unifah Rosyidi kena mosi tidak percaya, Muhir Subagja tak punya suara organisasi. Makin ngelantur PB PGRI saat ini. Tak heran aspirasi menghendaki KLB PB PGRI terus menguat. Selamatkan PGRI, Selamatkan Organisasi Guru.

Sebagai Dewan Pembina PGRI Saya memahami kenapa bisa terjadi konflik tiada henti di PB PGRI? Karena Ketua Umum tidak pernah menjadi pengurus PGRI daerah dan tak paham kebatinan guru serta kultur PGRI. Selamatkan PGRI.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90