Awas !! Bermain Layangan di Kota Tasikmalaya Kini Dikenakan Denda dan Hukuman Penjara

  • Whatsapp
banner 768x98

Ket. Photo:  Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya saat ini mengelilingi setiap sudut Kota untuk memberikan peringatan melalui mobil patroli dan pengeras suara yang ditujukan kepada warga yang bermain layang layang.

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,-  Peringatan keras untuk Masyarakat Kota Tasikmalaya khusunya kepada orang tua yang memiliki anak anaknya sering bermain layang layang.

Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini mulai menegakan aturan tegas, dimana barang siapa yang bermain layang layang di Kota Tasikmalaya, akan dikenakan Denda dan hukuman penjara.

Ketentuan tersebut diputuskan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tasikmalaya No 11 Tahun 2019 tentang Ketertiban umum pasal 30 huruf O yang menyebutkan “Bahwa dalam rangka mewujudkan tertib lingkungan baik perseorangan atau badan dilarang bermain layang layang sesuai pasal 56 huruf O yang dapat membahayakan jiwa, merusak kabel listrik, telepon serta antena, akan di kenakan denda sebesar Rp 750 ribu atau kurungan penjara selama 20 hari”.

Demikian yang disampaikan jajaran Sat Pol PP Kota Tasikmalaya yang kini setiap harinya berkeliling di tiap tiap sudut kota dengan menggunakan mobil patroli menggunakan pengeras suara yang ditujukan kepada masyarakat Kota Tasikmalaya.

Bahkan akibat maraknya layang layang, tidak jarang sering menimpa masyarakat pejalan kaki atau pengendara sepeda motor. Seperti yang baru saja terjadi di Jalan Manginz akibat benang gelasan yang melintas di jalan raya, seorang pemuda pengendara motor terluka parah disekitar lehernya akibat kena gesekan benang yang menyangkut di lehernya, beberapa hari lalu.

Peraturan ini tentunya disambut baik oleh sebagian warga Kota Tasikmalaya seperti yang diutarakan Ny Iis (50) warga Jl Paseh Gunung Ceuri Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.

“Ya baguslah akhirnya Pemkot peduli untuk menertibkan orang orang yang bermain layangan. Soalnya kalau sudah kena antena atau kabel pastinya terjadi gangguan terhadap TV dan aliran listrik. Saya yakin banyak yang dukung aturan ini,” ujar ibu rumah tangga ini kepada Koran Sinar Pagi, Senin (20/9/2023) sore tadi

Namun disisi lain pro kontra dengan kebijakan Pemkot Tasikmalaya itu tentunya dihadapi oleh para pengrajin dan penjual layangan dan benang.

“Waduh kalau dilarang seperti itu, tentunya omset penjual layangan dan benang di kios kami pasti akan turun drastis bahkan bisa tidak laku terjual karena takut dengan ancaman hukuman dan denda tadi. Seharusnya Pemkot juga harus mencari solusi dan jalan untuk kami pedagang musiman seperti ini,” ujar penjual layangan di kawasan Paseh dan Cikalang.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90