Pengembamgan Lahan Pertanian dalam Perspektif Islam

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Turmini (Ibu Rumah Tangga)

Di kutif dari Pasjabar. Com. Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melaksanakan Rembug Bedas ke-28 di Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (31/8/2023).

Kehadiran Dadang Supriatna yang didampingi Bunda Bedas Kabupaten Bandung Emma Dety, Dadang Supriatna serta jajaran Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Bandung tersebut langsung disambut antusias segenap masyarakat Desa Banjaran Wetan.

Dalam kegiatan Rembug Bedas, Dadang Supriatna mengatakan kepada Warga Desa Banjaran Wetan yang hadir pada giat Rembug Bedas. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dirinya untuk mengetahui secara langsung kondisi faktual desa.

Dalam diskusinya dengan Warga, Bupati Bandung langsung merespon apa yang menjadi aspirasi masyarakat, terkait dengan kondisi jalan yang belum tertata. Sehingga ia mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
(DPUTR).
Kabupaten Bandung untuk turun kelokasi dan memperhatikan kondisi jalan yang perlu diperbaiki atau dibangun dengan pertimbangan penguatan infrastruktur desa yang merupakan bagian dari pelayanan desa.

Disektor pertanian, Dadang Supriatna juga mensosialisasikan tentang subsidi bagi para petani di Kabupaten Bandung.
Para petani di Kabupaten Bandung di berikan subsidi Rp.25 miliar untuk 50.000 petani, tahun ini 50.000 petani dan tahun depan sisanya. Program ini sudah berlangsung katanya.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya raya salah satunya adalah sektor pertanian. Hal tersebut apa bila dimanfaatkan dengan sebaik baiknya dan seoptimal mungkin dapat memberikan kesejahteraan kepada kehidupan manusia dalam penyumbangan sumber daya alam tersebut. Islam memberikan panduan dan peraturan.

Lebih khusus pada sektor pertanian, merupakan kegiatan yang mulia dan amat digalahkan. Hal tersebut merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hasil pertanian merupakan sumber untuk kebutuhan hidup manusia. Allah Swt berfirman dalam alquran surat An-Naziat: 30-33 yang artinya “Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan mata airnya darinya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhan. Dan gunung-gunung dipancarkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenangan kalian dan untuk binatang-binatang ternakmu”.
Konsep pengembangan sektor pertanian merupakan suatu hal yang sangat penting dalam meningkatkan usaha produktivitas lahan pertanian. Para Fuqaha telah memberikan beberapa sistem atau prinsip utama dalam pengembangan lahan pertanian. Pengembangan tersebut dengan cara menjalin kerjasama antara pemilik tanah dan pengusaha atau pengelola.

Terdapat beberapa cara dalam perkembangan sektor pertanian dalam Islam adalah sebagai berikut
a. Kerja sama dengan sistem al musaqah,
Adalah sebuah akad antara pemilik pohon dan pekerja untuk memelihara pohon dan pemberian upah diambil dari pohon yang dikelolahnya.
b. Kerja sama dengan sistem muzara’ah,
Adalah akad Kerja sama dalam bidang pertanian antara pemilik tanah dan pengelola yang bibitnya dari pihak pemilik tanah.
Kemudian bagi hasilnya sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
c. Kerja sama dengan sistem mukhabarah,
Dalam pengertian antara al-muzara’ah dan al-mukhabarah terdapat pengertian yang sama dan pengertian yang berbeda.
Persamaannya: terletak pemilik tanah menyerahkan tanahnya kepada pihak lain untuk dikelola.
Sedangankan perbedaannya, pada modal, jika modal berasal dari pemilik tanah disebut al-muzara’ah, dan jika modal berasal dari pengelola disebut al-mukhabarah.
d. Sistem bagi hasil dapat disimpulkan bahwa pembagian keuntungan dari hasil usaha (kebun/tanah) antara pekerja (petani penggarab) dengan pemodal (pemilik tanah). Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan pemilik lahan tidak mampu untuk memproduktifkan lahannya, sehingga ia memberikan lahannya kepada orang lain untuk dikelola dan dikembangkan dengan ketentuan bagi hasil.

Dr.Ir Burhanudin Malik M.Appl.sc menerangkan sektor pertanian sangat berperan dalam pembentukan muslim yang berkualitas.
Dalam Hadist Riwayat Muslim menyatakan bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dalam arti kuat secara akidah. Produk pertanian juga bisa menjadi instrumen penegakan keadilan sosial melalui zakat.

WalLahu a’lam. Bi-Shawab.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90