Kemarau Panjang Melanda Negeri

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Sonya Sulistiana (Ibu Rumah Tangga)

Warga kampung cina, Desa linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Jawa Barat mengeluhkan kekeringan yang sudah terjadi hampir dua bulan. Kekeringan tersebut melanda seluruh warga yang berada di RW 01 yang terdiri dari 4 RT.

Selama dua bulan, warga kampung warung cina menggunakan air dari sungai cilarang yang sudah terkontaminasi limbah pabrik yang berdiri tidak jauh dari pemukiman warga.
(Dikutip dari Bandung, Kompas.Com)

Musim kemarau yang panjang ini menyebabkan kekeringan dan mengakibatkan kurangnya persediaan air. Padahal air sangat dibutuhkan untuk km kehidupan mahluk hidup yang ada di bumi ini. Apalagi di negeri kita yang memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Negeri kita adalah negeri agraris, dimana pertanian dan perkebunan pasti membutuhkan air yang cukup. Berkurangnya air pasti akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Kemarau yang panjang ini cukup memprihatinkan masyarakat karena sulitnya air, baik untuk kebutuhan sehari hari maupun untuk para petani yang sawah atau kebunya mengalami kekeringan. Dan yang lebih parah lagi,air sungai yang sudah terkontaminasi limbah pabrik terpaksa digunakan. Musim kemarau ini berdampak pada pangan yang banyak mengalami kerugian, karena gagal panen, tanaman banyak yang mati.

Kalau kita melihat fakta sekarang, kekeringan ini bukan hanya terjadi karena iklim kita tropis yaitu sedang terjadi musim kemarau, tetapi ada faktor lain yang menyebabkan kekeringan. Inilah beberapa penyebabnya, yaitu banyaknya daerah subur yang seharusnya untuk lahan pertanian atau perkebunan, kini berubah menjadi bangunan perumahan yang tentunya menutup resapan air. Belum lagi penebangan pohon pohon di hutan yang mana hutan adalah sebagai sumber cadangan air yang sangat penting, kini berubah fungsi menjadi pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan tol. kemudian banyaknya pabrik pabrik yang berdiri di dekat sungai yang limbahnya di buang ke sungai. Air sungai yang tadina jernih bersih, kini tidak bisa di pakai untuk kebutuhan sehari hari seperti mencuci pakaian, karena airnya telah tercemar oleh limbah pabrik.
Dan yang lebih parah lagi adalah kebijakan liberalisme sumber daya air. Banyak perusahaan swasta yang mengelola air dalam bentuk kemasan atau sumber daya air di privatisasi kan dijual belikan demi keuntungan individu atau pengusaha.

Memang kalau kita melihat akar permasalahannya yang melanda kekeringan sekarang ini adalah ulah manusia itu sendiri, karena berbuat semaunya, tidak memikirkan dampak yang akan terjadi. Dan mengapa ini bisa terjadi?, Karena negeri ini menerapkan sistem demokrasi sekuler kapitalis, memisahkan agama dari kehidupan, Manusia yang membuat aturan sendiri, jadi tidak menggunakan aturan yang di buat oleh sang pencipta yaitu aturan Islam kaffah, padahal mayoritas penduduk negeri kita ini adalah muslim.

Dalam Islam sumber daya air adalah milik umum dan pengelolaanya diatur oleh negara untuk kemaslahatan rakyat. Air dikelola oleh negara dari proses produksi sampai pendistribusiannya. Dan negara juga akan menjaga atau memelihara hutan agar resapan air tidak hilang, negara akan memberi sanksi yang tegas kepada pelaku kerusakan alam atau lingkungan.Firman Allah SWT :”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan(ayat ayat lain)itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (TQS al-A’raf : 96).

Jadi solusi tepat untuk menyelesaikan permasalahan kekeringan ini adalah dengan menerapkan aturan atau hukum hukum dari Allah SWT, menerapkan aturan Islam secara kaffah. Sehingga musim kemarau yang menyebabkan kekeringan ini bisa diatasi .

(Wallahu’alambissawab)

Oleh :Sonya Sulistiana
Mengger hilir Rt5/Rw3, Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90