Rencana Biaya Pembangunan Mesjid Cimalaka Sumedang Capai Rp 22 Milyar, Kini Pelaksanaannya Perlu Kepedulian Warga

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Jeky Epsa

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Pembangunan Mesjid Besar Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini pembangunannya sedang dilakukan, bahkan lamanya sudah 4 tahun, namun waktu penyelesaiannya masih belum jelas, ketidak jelasan itu dikarenakan sumber dananya murni dari swadaya masyarakat. Semenrara alasan mengapa mesjid ini dibangun ulang karena luasnya kurang dan kondisinya sudah rusak. Keterangan itu dilontarkan Ketua Pelaksana sekaligus Ketua DKM Mesjid Besar Cimalaka, KH. Drs. Cecep Farhan Mubarok, MH, saat ditemui di rumahnya, Jumat, ( 25/8/2023).

” Pembangunannya sudah berlangsung selama 4 tahun, dimulai sejak tahun 2019 namun hingga kini belum selesai. Ini murni pembangunan bukan rehab”, ujar H. Cecep Farhan Mubarok, dirumahnya, di pondok pesantren Darul Qur’an Al-Islami Cimalaka.

Belum selesainya itu, lanjut Cecep, dikarenakan sumber dananya mengandalkan swadaya murni dari masyarakat. Selama jangka waktu 4 tahun dana diprediksi sudah terserap Rp 3 Milyar. Selain itu juga terkendala covid 19 selama 2 tahun sangat berpengaruh.

” Selama 4 tahun ini diperkirakan sudah menyerap dana sekitar 3 Milyar, dan itu sebagian besar sumbangan dari masyarakat”, jelas nya.

Namun tambah Cecep, ada juga dari Hibah bantuan APBD Kabupaten Sumedang, besar nya mencapai Rp 270 juta.

” Anggaran itu di APBD ( Perubahan) 2020 sebesar 70 juta, dan di APBD (Perubahan) 2022 sebesar 200 juta”, katannya.

Sementara itu diluar APBD Sumedang ada juga bantuan dari Kementrian Agama (Kemenag) RI sebesar Rp 50 juta.

” Di tahun 2022 ada juga bantuan dari Kemenag sebesar Rp 50 juta jadi jumlah bantuan pemerintah semuanya Rp 320 juta”, ucap nya.

Selama empat tahun, ucap nya lagi, pembangunan dari warga kec. Cimalaka mencapai Rp 700 juta, itu dihasilkan dari sumbangan berbentuk gebyar infak jariyah melalui karcis senilai Rp 5.000 per lembar nya.
Selebihnya sumbangan warga itu dari hasil lelang kebaikan ( amal).

” Misalnya untuk kebutuhan Granit perlu biaya 300 juta. Kita lelang saja ke warga siapa yang mau menyumbang, dan alhamdulilah banyak warga yang berminat kini sudah mencapai Rp. 200 juta”, katanya.

Sementara itu Cecep menerangkan alasan mengapa RAB ( Rencana Anggaran Biaya- red) mencapai 22 Milyar, karena luas inti bangunan mesjid seluas 500 meter persegi dengan tinggi bangunan mesjid 3 ( tiga) lantai.

” Luas bangunan, lebar nya 20 meter dan panjangnya 25 meter. Untuk arsitek orang nya dari Bandung dan dari panitia juga, sedangkan konsultan satu orang dari Cisarua dan satunya lagi dari Cimalaka”, jelas nya.

Dan untuk teknis pekerjaan, Cecep juga menjelaskan, semuanya dikerjakan putra daerah yang peduli. Arsitek dibuat oleh
bapak H. Ibrohim dan Bapak Enih,
Konsultan bapak H. Jajang dari Cisarua dan ibu Asri putra daerah Cimalaka yang tinggal di Bandung dan diapun mengucapkan terima kasih kepada mereka.

Dari penjelasan H. Cecep, dia meyakini pembangunan mesjid yang tanah nya merupakan wakaf dari RA. Wiriadikusumah, tahun 1981, seluas
4370 meter persegi itu akan segera selesai.

” Saya yakin akan selesai ini kan pekerjaan amal untuk kebajikan akhirat. Jadi saya yakin akan tuntas”, tandas nya.

Namun H. Cecep juga mengharapkan agar selesai dengan cepat, perlunya perhatian dan sumbangan serta wakaf tunai dari warga Sumedang, dan diapun sudah berupaya mengupload bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, mudah – mudahan di tahun 2024 ini dikabulkan.

” Saya berharap warga Sumedang dapat memberi sumbangan, baik moril maupun meteril agar mesjid ini cepat selesai, karena bila selesai akan menjadi kebanggaan warga Cimalaka dan Sumedang umum nya. Dan bagi warga yang sudah menyumbang panitia mengucapkan terima kasih”, pungkas nya.****

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90