Mahasiswa Kukerta Kelompok 08 Plateau Melaksanakan Praktik Pembuatan Komposter & Jus dari Daun Kelor

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Abd.Rahman

Kabupaten Tangerang – Mahasiswa Kukerta Kelompok 08 Plateau Universitas UIN SMH Banten, mengundang 2 Narasumber dari LP2M UIN BANTEN. Irham Syahrudin, S.Hut sebagai pemateri dalam pelatihan pembuatan Komposter, dan Fina Fitratun, S.Si.,M.Sc sebagai pemateri dalam pelatihan pembuatan jus dari Daun Kelor, sekaligus praktik membuat Manisan dari Tanaman Lidah Buaya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua LP2M sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 08, Dr. Hj Hunainah, MM.

Menurut salah satu Mahasiswa Kukerta, Komposter, merupakan alat untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk tanaman, dengan cara mencampurkan sampah-sampah sisa makanan seperti sayuran, buah-buahan, daun kering, dan sampah organik yang dapat membusuk kedalam Komposter tersebut.

“Dalam waktu minimal 2 bulan, 2 jenis pupuk yakni, Pupuk Serbuk dan Pupuk Cair sudah bisa dipanen dalam Komposter tersebut,” terangnya.

Sementara, Jus, lanjutnya, merupakan minuman yang sangat diminati hampir oleh masyarakat di dunia, namun ujarnya, ini berbahan dasar Daun Kelor.

“Pohon kelor hampir ada disetiap Desa di Indonesia salah satunya di Desa Kedung Soka. Daun Kelor juga salah satu tanaman yang dapat mencegah Stunting dan dapet mencegah beberapa penyakit,” ungkapnya.

Dijelaskan, cara membuat Jus Daun Kelor adalah, Daun Kelor dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air yang bersih, kemudian dimasukan kedalam blender, lalu diaduk sampai hancur, setelah itu, masukan Nanas untuk menghilangkan bau dari Daun Kelor dan campurkan gula pasir.

“Dalam praktik ini kami menggunakan 3 eksperimen dengan mencampurkan Gula Aren dan Madu kedalam jus tersebut, jadi menghasilkan 1 jus dengan tiga rasa yang berbeda,” imbuhnya.

Disebutkan, Jus Kelor ini bermanfaat untuk membantu menangkal radikal bebas yang terjadi akibat kandungan tinggi antioksidan di dalamnya, kemudian bisa mengurangi peradangan atau inflamasi dalam tubuh, mengontrol tekanan darah, merasa lebih berenergi dan membantu melancarkan pencernaan.

Kemudian, praktik pembuatan Manisan yang merupakan sejenis makanan manis dan sangat digemari oleh anak-anak.

“Dalam kegiatan tersebut mahasiswa Kukerta, Kelompok 08 Plateau juga mempraktikan cara membuat manisan yang terbuat dari Lidah Buaya,” lanjutnya

Lidah buaya, ujarnya, memiliki kandungan asam folat (B9), B12, dan kolin. Lidah buaya mengandung mineral di antaranya, selenium, kalsium, magnesium, kalium, natrium, mangan, seng, tembaga dan kromium.

“Cara membuat Manisan Lidah Buaya adalah, kupas Lidah Buaya sampai bersih dari sisik ijonya, lalu potong – potong berbentuk dadu, kemudian cuci pakai air bersih, cuci pakai air garem, dibilas kembali pakai air biasa, setelah itu beri kapur sirih, kemudian cuci lagi sampai lendirnya menghilang, rebus air gula sampai mendidih lalu taburkan Lidah Buaya yang sudah melalui proses pembersihan dan masak selama 15 menit,” tuturnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90