Imbas Proyek Pemeliharan Situ Bayongbong Desa Sukaresmi, Kec. Ranca bali Warga di Dua Desa Mengeluh

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta :  Tim Liputan Khusus

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Terpantau oleh Tim Liputan khusus KSP (20-8-2023) warga di dua desa mengeluh,  seperti di utarakan Dadan Ketua RW 12 Desa Sukaresmi, Kec.RancaBali, Kab Bandung,  saat diwawancara di kediamannya, “kami mewakili warga warga masyarakat RW 12 merasa prihatin atas kejadian ini, warga kami resah imbas proyek pemeliharaan Situ Bayongbong yang di kerjakan Oleh BBWS, air dari hulu Situ Bayongbong yang biasa digunakan sehari-hari untuk kebutuhan warga, kini keruh dan menimbulkan gatal jika dipakai mandi maupun wudu. Sedangkan untuk kebutuhan masak kini warga harus beli air galon. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci warga harus berjalan kaki cukup jauh, kami mohon kepada Bupati Bandung Bpk H Dadang Supriatna  agar mendengarkan keluhan warga kami,” tutur Dadang.

Selanjutnya Tim Liputan KSP mewawancara satu di antara warga Kp. Sukaati Desa Cipelah, Kec. Rancabali,  HJ (60) (Tokoh masyarakat). Menurut HJ kami mewakili warga masyarakat Kp. Sukaati merasa prihatin atas kejadian ini, “kami usia sudah 60 tahun baru tahun ini 2023 terjadi keresahan di masyarakat, air yang biasa digunakan dari hulu Situ Bayongbong, keruh dan menimbulkan gatal-gatal, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari terganggh dan menjadi sumber keresahan masyatakat.

Dampak proyek pemeliharaan Situ Bayongbong air menjadi keruh sehingga menimbulkan Ikan Koy milik kami mati sehingga kami merugi, belum ada kompensasi dari pelaksana proyek. Kami mohon kepada yang berwenang agar proyek tersebut di mtinjau kembali,  tutur”  HJ

Lebih lanjut Tim Liputan KSP mengkonfirmasi Opan Sopandi, Kepala Desa Cipelah via tlp selulernya. Opan  membenarkan apa yang disampaikan warganya, Ia hampir tiap hari menerima laporan dari warga.

Kami sangat mendukung program pemeliharaan Situ Bauongbong tersebut, akan tetapi hendaknya diperhatikan kepentingan warga, jangan sampai tujuannya baik tapi imbas dari proyek tersebut malah mengorbankan masyarakat.

Jika keluhan kami sebagai Jepala Desa tidak di di perhatikan maka kami akan melayangkan surat pengaduan kepada pihak yang berwenang, tutur” Opan Sopandi, tegas.

Di hari dan tanggal  yang sama Tim Liputan KSP menyambangi Pelaksana Proyek Pemeliharaan Situ Bayongbong PT RIFKI KURNIA KENCANA diterima oleh Eso.  Selanjutnya Edo mengatakan, “kami sudah berupaya atas keluhan warga.dengan cara membuat embung kecil dan di Pagari Injuk agar air jernih kembali, namun upaya kami belum maksimal.jika ada keluhan dari warga lebih baik datang ke pihak kami, biar kita bicarakan bersama-sama, tutur” Eso

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90