Tumpukan Sampah Kian Meninggi, Pemerintah Minim Solusi

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh Ita Riyatna (Ibu rumah tangga)

Penumpukan sampah di pasar baleendah kabupaten Bandung kian memprihatinkan. Untuk menangani permasalahan tersrbut, camat baleendah berkoordinasi lewat telpon dengan Dinas Pasar dan UPTnya, agar segera mensiasatinya, Harapan Camat, terkait penumpukan sampah tersebut dapat segera terintegritas dengan baik antara Dinas Pasar dan UPT Pasar memiliki management yang bagus.

Sementara itu dikabarkan, adanya isu pungutan biaya kepada warga dan pihak luar untuk biaya operasional pasar. Hal itu dilakukan karena dari pihak UPT pasar tidak ada respon dan menutup mata malah melimpahkan kepada mitra/pengelola sampah. Begitupun dengan anggota dewan yang terkait malah dan Bupati tidak memberikan respon apapun. Tidak seperti ketika kedatangan Presiden ,lokasi disekitar Pasar sangat enak dipandang mata,

jadi kalau pingin bersih harus ada Pejabat turun dulu?.

Permasalahan sampah bukanlah permasalahan baru, apalagi ketika melihat keadaan pasar yang merupakan pusat bertemunya antara produsen dan konsumen seringkali lokasi itu dibanjiri dengan sampah, sehingga tidak nyaman di mata dan mengganggu penciuman akibat bau busuk sampah organik maupun anorganik.

Penanganan masalah sampah memang belum sepenuhnya menjadi perhatian, baik pemerintah maupun masyarakat. Sejumlah LSM maupun gerakan sosial yang fokus pada masalah lingkungan harus berupaya keras. Sejumlah gagasan dirumuskan. Langkah taktis pun bermunculan. Sayangnya, problem sampah seolah tiada akhir.

Maka sudah seyogyanya individu harus memiliki kesadaran terhadap lingkungan, diantaranya dengan cara membuang sampah secara benar dan juga menyortir sampah organik dan anorganik.. Metode ini sangat diperlukan agar tidak menimbulkan senyawa-senyawa aktif yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Jika kita cermati, pemerintah ataupun organisasi telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah ini. Akan tetapi pada realitanya masyarakat masih abai terhadap kebersihan, termasuk membuang sampah tidak pada tempatnya. Namun pada hakikatnya permasalahan sampah yang tak kunjung terselesaikan ini disebabkan oleh permasalahan hulu yaitu produsen yang nyata-nyata telah mewariskan berbagai bentuk sampah pada konsumen akhir.

Di sisi lain, masyarakat hari ini dominan memiliki sifat konsumerisme. Sehingga mereka tak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dan sifat konsumerisme ini menjadi peluang besar bagi para pemilik modal untuk terus memproduksi berbagai barang dengan berbagai kemasan. Mereka tak peduli dengan akibat yang akan terjadi pada lingkungan.

Adapun pemerintah terlihat setengah hati dalam menyelesaikan permasalahan sampah ini. Mereka lebih mengutamakan investasi para investor hanya demi manfaat sesaat. Semua permasalahan yang terjadi hakikatnya disebabkan oleh aturan yang diterapkan saat ini. Yaitu sistem kapitalisme yang berasaskan kepada sekulerisme yang menyingkirkan peran agama dan mengagungkan kebebasan demi meraih manfaat sebesar-besarnya.

Sementara dalam Islam menjaga kebersihan lingkungan adalah sebuan kewajiban.
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw “Kebersihan itu adalah setengah dari Iman.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hal ini, manusia wajib menjaga lingkungan. Segala aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan wajib manusia jauhi. Dalam tataran individu, menjaga lingkungan dapat diawali dengan memilah kebutuhan dan keinginan.

Dengan sendirinya, masyarakat tidak akan membeli apa yang tidak mereka butuh. Kontras dengan pandangan kapitalisme yang memandang apa pun yang manusia inginkan otomatis terkategori kebutuhan.

Dalam aspek kenegaraan, penting bagi penguasa menggalakkan edukasi mengenai pola hidup hemat dan tidak bermewah-mewahan. Islam memang tidak membatasi seseorang untuk memiliki barang tertentu, tetapi Islam juga memiliki lensa khas bagaimana merawat lingkungan.

Atas dasar ini, masyarakat—produsen maupun konsumen—akan memperhatikan lingkungan dengan landasan keimanan.

Tentu, penanganan sampah sesungguhnya tidak akan selesai jika hanya fokus pada individu saja. Butuh peran negara dalam membangun paradigma keimanan untuk menangani masalah sampah.
Wallahu’alam bishshowwab

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90