Sawala Budaya di Keraton Sumedang Larang Bersama Paguyuban Taji Larang

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : S.Gervan Epsa

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Berawal dari perkumpulan pecinta para pusaka seperti kujang, keris dan pusaka lainnya, perkumpulan ini memiliki nama yaitu Tosan Aji, tetapi sekarang menjadi sebuah paguyuban yang bernama Taji Larang.

“Didalam pusaka ini tidak hanya mencintai bentuk wujud nya saja, tetapi memiliki nilai isoteris dan eritoris. Setelah diartikan dirubahlah nama Tosan Aji menjadi Taji Larang”, ucap Ketua Taji Larang, Heri Anggara di lokasi, Minggu (6/8/2023)

Taji Larang ini adalah sebuah singkatan dari Tatanan Ajen Inajen Sumedang Larang yang memiliki arti menjaga tali tradisi yang berada khususnya di Sumedang.

“Paguyuban Taji Larang ini memiliki beberapa divisi diantara nya, riset dan konservasi tentang pusaka, cagar budaya, manuskrip, situs dan ritus. Lalu ada juga Bagala Asih Panyipuhan yang memiliki arti omongan orang tua jaman dahulu yang sekarang disebut nya sekolah”, pungkas Heri.

Masih dikatakan Heri, salah satu program dari Bagala Asih Panyipuhan adalah Sawala Budaya yang hari ini dilaksanakan di Gedung Srimanganti, Kabupaten Sumedang. Tidak kalah spesial pada kesempatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Egi Powi Proyegi Soeta Widjaya Kusumah ST,.M.Si dan sebagai narasumber nya YM Rd. Lily Djoehari Soemawilaga, yang menjelaskan tentang sejarah Mahkota Binokasih.

“Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh kasepuhan, para guru, dan dosen. Peserta nya yaitu mahasiswa dan mahasiswi yang sedang KKN lalu siswa dan siswi SMK atau SMA di Sumedang”, ujar sekertaris Taji Larang Usep Nandang SM.

Masih dikatakan Usep, Paguyuban Taji Larang mengadakan agenda ini tiap Minggu yang lokasi nya berbeda beda, dan gratis untuk setiap orang.

Sementara untuk narasumber kegiatan ini diambil dari akademisi-akademisi, dosen-dosen atau tokoh-tokoh para kasepuhan yang mengetahui sejarah. ” Dan Taji Larang ini mengambil filsafat dasar dari Tri Tangtu yaitu Resik, Rama, Ratu”, pungkas Usep.*****

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90