Carut Marut Harga Pasar Di Mana Peran Penguasa

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Aan Amanahtia (Ibu Rumah Tangga)

Sebagaimana kita pahami, carut marut harga pasar kian melangit dan rakyat kian menjerit.
Sejatinya pangan adalah kebutuhan pokok utama masyarakat.
Sekalipun carut marut pasar yang meresahkan masyarakat ini mampu dihilangkan penguasa dengan menyediakan pasokan yang memadai dan menghilangkan semua distorsi pasar.
Semua itu mengapa carut marut siklus kenaikan harga kian berulang.

Dengan demikian, menurut pengamat kebijakan pangan, Emilda Tanjung, permasalahan utama pertanian yang berimbas pada gejolak harga pangan adalah penerapan peradaban ekonomi yang kapitalistik.
Peradaban inilah yang menjadikan peran penguasa dibuat seminimal mungkin, sehingga kebijakan yang dihasilkan sering kali tidak pro masyarakat dan cenderung berpihak pada korporasi.

Dengan demikian faktor masalah teknis yang bersumber dari masalah utama. Seperti apa yang disampaikan pengamat kebijakan publik, Rini syafitri, Bahwa faktor terbesar yang menyebabkan cuaca dan iklim tidak stabil adalah kegiatan korporasi seperti penambangan hutan. Kebebasan kepemilikan yang menjadi aturan dalam peradaban ini menjadikan korporasi bebas melakukan apa pun, tidak peduli merugikan lapisan masyarakat dan merusak lingkungan.

Sehingga, jika tidak ada kerusakan lingkungan oleh korporasi yang dilegalisasi, masalah cuaca dan iklim yang merupakan masalah dunia akan teratasi.
Demikian pula permasalahan gagal panen dan terhambatnya penyaluran komoditas akibat cuaca dan iklim bisa selesai.

Adapun panjang nya distribusi akan selesai manakala penguasa tidak hanya bertindak sebagai regulator saja. Melainkan sebagai pengurus umat yang harus memastikan bahwa pangan sampai pada masyarakat perindividu.
Oleh karena itu, maka wajar saja problem pangan tak kesudahan, lantaran penguasa memosisikan diri sebagai regulator, sedangkan operatornya adalah korporasi.
Penyebabnya semua terciptanya kapitalisasi korporasi pangan semakin menggurita dan tak terkendali.

Nyatanya, setiap orang tidak memiliki akses yang sama terhadap bahan pangan, orang miskin tentu akan kesulitan mengakses pangan jika harga menjadi pengendali satu-satunya. Apalagi orang cacat yang untuk bekerja saja mereka tak mampu.
Sejatinya ini adalah realitas peradaban pasar bebas yang menghendaki campur tangan penguasa dalam distribusinya. Hal yang wajar saja distribusi pangan menjadi buruk.

Dengan demikian perilaku ini biasa dikenal dengan istilah monopoli pasar. Perusahan yang yang menguasai penjualan benih di indonesia. Selain mahal harganya, benih-benih introduksi korporasi berhasil menciptakan ketergantungan petani hingga menghilang kan benih-benih lokal.
Permainan harga komoditas pangan sangat mungkin bisa dikendalikan. penguasa wajib menghilangkan distribusi pasar seprti penimbunan, penaikan atau penurunan harga yang tidak wajar untuk merusak pasar.

Dengan demikian islam telah merinci peran penguasa dalam menjaga terwujudnya perdagangan yang sehat. Sejatinya adalah larangan bagi pemerintah untuk mematok harga.
“Orang-orang berkata, wahai Rasullah, harga mulai mahal. Patoklah harga untuk kami Rasullah saw, bersabda, sesungguhnya Allahlah yang mematok harga, yang menyempitkan dan yang melapangkan rejeki, dan aku sungguh berharap untuk bertemu Allah dalam kondisi tidak seorang pun dari kalian yang menuntut kepadaku dengan suatu kejazaliman pun dalam darah dan harta,
(HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan asy-syaukani)

Sungguh, peran penguasa yang dominan dan berpihak pada masyarakat akan membuat rakyat sejahtera.
Negara telah menjamin kebutuhan pokok masyarakat.
Sesungguhnya dalam Islam, penguasa wajib wajib menjamin memenuhi kebutuhan dasar rakyat, termasuk pangan, baik kuantitas maupun kwalitas, artinya sebagai pelindung rakyat, penguasa harus hadir menghilangkan dharar (bahaya) dihadapan rakyat, termasuk ancaman hegemoni ekonomi.

Wallahu a’lam bishwaab.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90