Potret Suram Generasi dan Pembajakan Pemuda

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Aan Amanahtia (Ibu Rumah Tangga)

Sungguh dan miris, mendapati potret suram muda saat ini. Apalagi menimpa generasi muda muslim. potret suram dengan label terbaik yang disematkan pada muslim. Padahal sebagai umat terbaik sudah sampai dalam firman Allah SWT:
Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yg dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli kitab beriman, tentulah itu baik bagi mereka. Di antara mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka ada yang beriman, kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (QS Ali Imran 110).

Saat kehidupan ini tidak di atur dengan syariat Allah. Kerusakan adalah konsekuensi yang harus diterima manusia. Karena hakikatnya Allah Allah SWT adalah pencipta manusia, alam semesta dan seluruh isinya. Allah yang paling mengetahui apa yang baik dan apa yang baik dan apa di butuhkan manusia. Sudah seharusnya semua berjalan sesuai aturan Allah SWT.
Bentuk merusak terjadi di bandung 4 pemuda yg coba coba merusak bus yg tidak bertanggung jawab, ulah pemuda yg sungguh miris generasi muda yg harus nya menjdi generasi penerus malah bikin potret suram didalam kehidupan.
Benar-benar di hebohkan pemuda yang coba-coba bikin ulah sungguh miris, bukan untk dalam ketaatan, ketaqwaan, melainkan begitu brutal dan suram untk menyongsong masa depan, yang penuh makna.

Dengan demikian kasus diatas segelintir fakta dari kerusakan yang menimpa generasi muda negeri ini. Di tengah penerapan sistem demokrasi kapitalis. Brutalnya sekelompok pemuda di bandung yang bikin ulah dan tidak bertangung jawab ini kian berulang kali. Menunjukan bahwa aturan dan solusi yang diambil saat ini belum mampu mencegah dan menuntaskan kasus kerusuhan dan perusakan sekelompok pemuda. Sehingga dibutuhkan solusi alternatif. Yang bisa menjangkau akar masalah kerusuhan bagi sekelompok pemuda.

Sebagaimana kita ketahui ini artinya potret suram generasi muda kian miris. Pemuda muslim adalah sosok yang memiliki kepribadian islam. Memiliki pola pikir dan pola sikap yg islami. Sehingga akan senantiasa terikat dengan seluruh syariat islam. Memahami setiap perbuatan yang dilakukan yang akan dimintai pertangung jawaban oleh Allah. Seluruh waktunya dihabiskan dalam ketaatan. Berbeda dengan pemuda dalam bingkai demokrasi kapitalis. Kebahagian adalah saat meraih materi. Baik harta, tahta dan popularitas. Demi mewujudkan itu semua, mereka rela meminggirkan aturan Allah SWT.

Dalam pandangan islam potensi yang dimiliki generasi muda seharusnya memberikan kebaikan pada masyarakat. Membangun peradaban mulia yang diridhoi Allah serta mengurusi ilmu pengetahuan teknologi. Semua, menjadi khyalan ketika kehidupan tidak diatur oleh syariat islam. Melainkan aturan demokrasi kapitalis. Lahir kerusakan demi kerusakan yang dilakukan pemuda dan menimpa pemuda. Serta potret suramnya potensi besar mereka adalah konsekuensi logis dan penerapan sistem demokrasi dan penerapan sistem demokrasi kapitalis. Sistem hidup yang tegak diatas dasar pemisahan agama dari kehidupan. Dan menunjang tinggi kebebasan. Setiap orang bisa berbuat apa saja yang diinginkan selama tidak merugikan orang lain. Dan memberikan keuntungan baginya.

Dengan demikian ada banyak faktor penyebab kerusakan baik internal maupun eksternal. Secara internal lemahnya keimanan dan kurang nya pemahaman islam akan menghantarkan seseorang berbuat sesuai kehendaknya (kebebasan). Menilai baik atau buruk. Menilai benar atau salah. Hanya berdasarkan asas manoaat. Sedangkan secara eksternal, ada serangan ide kebebasan dari musuh islam. Agar pemuda muslim jauh dari tuntunan syariat. Menjadikan kiblat negara barat.

Disisi lain tidak dibenarkan dalam pandangan syariat negara mengambil untung dari prilaku liberal (bebas) rakyat. Atas nama kreatifitas. Sehingga menjadi jalan keuntungan bagi kaum kapitalis mengumpulkan pundi-pundi Rupiah. Negara wajib menutup celah kerusakan potensi pemuda. Seorang pemimpin adalah pengurus penjaga dan penjamin adalah pengurus, penjaga dan penjamin atas kebutuhan hidup rakyat. Sesuai dengan sabda Rasul lah saw: pemimpin Negara adalah pengurus rakyat dan dia bertangung jawab atas rakyat yang dia urus (HR al- Bukhari).

Alhasil, pengembalian dari penerapan syariat islam dalam 3 pilar yaitu: pilar individu, masyarakat, dan negara akan mampu mencegah kerusakan potensi pemuda. Karena ketaqwaan yang ada pada ketiga pilar tersebut akan menjadi benteng pelindung seseorang dari kemaksiatan. Jika terjadi penyimpangan syariat akan mampu memberi efek jera.
Sistem inilah yang kita butuhkan untuk mewujudkan kehidupan yang aman, sejahtera dan selamat dunia akhirat.

Wallahu alam bishawab

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90