Sepenggal Saran Untuk PGRI

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Huzaifa Dadang AG
(Ketua PB PGRI, Bidang Organisasi)

Saya sebagai salah satu Ketua PB PGRI yang membidangi organisasai padan tanggal 15 Juni 2023, telah mengajukan saran tentang sedikit perbaikan berkaitan Rakornas, tetapi surat tersebut diabaikan bahkan saya cenderung mengalami berbagai perundungan. Kemudian terjadilah beberapa hal sebagai efek domino dari runtuhnya keinginan berkomunikasi.

Walau demikian sebagai warga negara yang peduli terhadap organisasi PGRI, dan sebagai Ketua PGRI yang membidangi organisasi, saya tetap menyarankan agar organisasi besar PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), yang anggotanya jutaan guru dan tenaga kependidikan untuk mempelajari atau tegasnya menempuh beberapa langkah sesuai saran berikut untuk dapat memperbaiki jalannya organisasi PGRI, meliputi :

Pertama, evaluasi dan identifikasi masalah. Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap organisasi PGRI untuk mengidentifikasi masalah yang ada. Periksa struktur organisasi, proses pengambilan keputusan, sistem komunikasi, dan kebijakan yang ada. Dengan memahami masalah inti, dapat merencanakan perbaikan yang tepat.

Kedua, bentuk tim perbaikan. Bentuk tim atau kelompok kerja yang terdiri dari anggota PGRI yang berdedikasi untuk memperbaiki organisasi. Tim ini harus mewakili berbagai tingkatan dan bidang dalam PGRI. Mereka harus bekerja sama dalam mengidentifikasi, merencanakan, dan melaksanakan strategi perbaikan.

Ketiga, prioritaskan perbaikan. Setelah masalah diidentifikasi, tentukan prioritas perbaikan. Fokus pada masalah yang paling mendesak dan memberikan dampak signifikan pada organisasi. Buat rencana tindakan yang terperinci untuk masing-masing masalah dan tetapkan tenggat waktu yang realistis.

Keempat, tingkatkan komunikasi internal. Komunikasi yang efektif merupakan kunci sukses organisasi. Pastikan ada saluran komunikasi yang jelas dan terbuka antara anggota PGRI dan tingkatan manajemen. Selain itu, fasilitasi pertukaran informasi dan ide antara anggota organisasi melalui pertemuan rutin, diskusi online, surat kabar internal, atau platform lainnya.

Kelima, perkuat kepemimpinan. Pemimpin mengenal kolektif kolegial, dan yang diberi amanah memiliki peran kunci dalam memperbaiki organisasi. Pastikan pemimpin PGRI memiliki kualitas kepemimpinan yang baik, termasuk dalam kemampuan komunikasi yang efektif, keadilan, kepercayaan, dan kemampuan dalam mengelola perubahan. Lakukan pelatihan kepemimpinan secara berjenjang dan terstruktur

Keenam, libatkan anggota. Libatkan anggota pengurus PGRI dalam pengambilan keputusan dan perencanaan strategis. Ajak anggota untuk memberikan masukan dan saran, serta berpartisipasi dalam program dan kegiatan organisasi. Ini akan meningkatkan rasa kepemilikan dan keterlibatan anggota.

Ketujuh, tingkatkan kualitas pendidikan. Sebagai organisasi guru, fokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan anggota. Sediakan pelatihan dan pengembangan profesional yang relevan, serta akses ke sumber daya pendidikan yang berkualitas. Kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pakar pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Kedelapan, jalin kemitraan strategis. Kemitraan dengan Pemerintah yang paling utama, dengan organisasi lain, seperti lembaga pendidikan, dan LSM yang memiliki visi dan tujuan yang sejalan dengan PGRI. Kemitraan ini membantu memperkuat pengaruh dan daya tawar organisasi serta memperluas jangkauan dan sumber daya yang tersedia.

Kesembilan, pantau dan evaluasi. Tetapkan metrik dan indikator kinerja untuk mengukur kemajuan organisasi. Pantau secara teratur dan evaluasi apakah perbaikan yang dilakukan efektif atau perlu penyesuaian. Dari sini, Anda dapat membuat perubahan lebih lanjut untuk terus memperbaiki organisasi.

Perbaikan organisasi adalah proses yang membutuhkan waktu dan komitmen dari semua anggota. Penting untuk mempertahankan semangat, keterbukaan, dan kolaborasi dalam usaha memperbaiki tata kelola organisasi PGRI.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90