Kepemimpinan Kolonialis Di PGRI

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi)

Mengapa pemerintah Belanda bisa menguasai Indonesia dalam waktu yang cukup lama ? Bukankah jumlah orang Belanda sangat sedikit dibanding rakyat Indonesia ? Mengapa rakyat Indonesia berhasil dikuasai orang asing bernama bangsa Belanda ?.

Jawabannya adalah teori adu domba dan menggunakan orang Indonesia sendiri dalam menghadapi perjuangan kaum nasionalis. Ketum PB PGRI saat ini adalah “orang asing” yang tidak pernah menjadi pengurus di daerah.

Ia menggunakan cara cara belah bambu, adu domba dalam mempertahankan kekuasaannya. Ia sadar haya dengan adu domba, belah bambu dan menggunakan orang-orang “pribumi” PGRI agar kekuasaannya bisa bertahan.

Di tubuh PB PGRI ada “Trio Arisan” yang menentukan PGRI Indonesia. Ketiganya belum pernah menjadi pengurus PGRI di daerah. Tidak tercatat diranting mana, bayar iuran dimana? Mereka adalah orang asing yang menguasai PB PGRI.

Kasihan PGRI era pasca Dr. Sulistiyo, diurus oleh Trio Arisan yang bukan berasal dari pengurus PGRI daerah. Pohon yang sehat itu tumbuh dari akar, merambat ke batang, dahan, ranting dan daun. Mereka (Trio Arisan) “ujug-ujug” dari atas, bagai pohon parasit yang nempel di sebuah pohon beringin.

Mengapa tulisan-tulisan Saya selalu vulgar dan galak? Dahulu Ki Hajar Dewantara selalu melawan Belanda dengan tulisan-tulisan yang galak. Untuk memberikan sengatan agar “pemilik PGRI” sadar bahwa PGRI dalam masalah besar.

PGRI Provinsi Jatim, Banten, NTB, Riau, Sumut, NTT dan sejumlah tokoh-tokoh senior PGRI, plus 9 tokoh PB PGRI sangat tahu masalah sebenarnya. Masalah gagalnya kepemimpinan Ketum PB PGRI dalam membangun solidaritas dan martabat PGRI, sehingga Ia mendapat gelar Ibu Mosi.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90