Mereka Yang Pertama Kali Berseteru di Hari Kiamat Adalah Dua Orang Tetangga

  • Whatsapp
banner 768x98

Diriwayatkan dari Uqbah Bin Amir RA, Nabi SAW bersabda :
أَوَّلُ خَصْمَيْنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ جَارَانِ
Dua orang yang berseteru pertama kali di hari kiamat kelak adalah dua orang tetangga. [HR Ahmad]

Viral Warga Bekasi Beli Mobil Baru tapi Buat Garasi di Jalan Umum. Dalam video viral itu, tampak pemilik mobil memakai besi dan rantai pembatas area garasinya yang memakan separuh jalan umum sehingga membikin jalan umum itu tambah sempit. Setelah video ini viral, anggota Polsek Serang Baru akhirnya turun tangan (5/5/2023). [TribunWow com] Permasalahan seperti ini mengundang respon dari tetangga, sehingga viral juga foto yang memperlihatkan spanduk yang terpasang di gang bertuliskan : “Siapkan garasinya dulu, sebelum beli mobil. Jalan kampung adalah milik warga bro, bukan garasi milik pribadimu, jangan rampas hak jalan untuk orang lain. [kompas com]

Viral juga video dimana seorang wanita berkerudung merah muda di jaktim tengah menyapu di pekarangan rumahnya, tiba-tiba seorang pria berbaju hitam (tetangga) memukulkan helm kepadanya (4/4/2023). Wanita itu kemudian membalas dengan memukulkan sapu yang dia pegang. Cekcok di antara tetangga itu kemudian mengundang orang lain yang pada akhirnya turut serta saling baku hantam. Usut punya usut ternyata hal ini dikarenakan di wanita tersebut berkata-kata kotor dengan nada menghina bahkan meludah ke arahnya. [detik com]

Bermasalah dengan tetangga bukan terjadi sekarang saja. Di Zaman Nabi SAW telah terjadi hal demikian. Abu Hurairah RA berkata : “Seorang laki-laki datang kepada nabi SAW mengadukan tetangganya. lalu Beliau bersabda: ” pergilah engkau dan bersabarlah.” Laki-laki itu kembali mendatangi nabi SAW hingga dua atau tiga kali, beliau pun bersabda:
اذْهَبْ فَاطْرَحْ مَتَاعَكَ فِي الطَّرِيقِ
“Pergilah, dan taruhlah perabotan rumahmu ke jalan.”
Laki-laki itu kemudian melakukannya, hingga orang-orang bertanya sebabnya. Iapun mengabarkan perilaku buruk tetanggnya hingga mereka bersimpati dengan melaknat sang tetangga. “Semoga Allah memberikan hukuman kepadanya” Kemudian tetangga itu mendatangi laki-laki tersebut dan berkata,
ارْجِعْ، لَا تَرَى مِنِّي شَيْئًا تَكْرَهُهُ
“Kembalilah pulang, engkau tidak akan lagi melihat sesuatu yang engkau benci dariku.” [HR Abu Dawud]

Setiap kita hendaklah menyadari hak-hak tetangga. Jangan sampai perbuatan kita membuat tetangga terganggu hingga tidak kerasan di rumahnya. Rasil SAW bersabda :
مَا مِنْ جَارٍ يَظْلِمُ جَارَهُ وَيَقْهَرُهُ، حَتَّى يَحْمِلَهُ ذَلِكَ عَلَى أَنْ يَخْرُجَ مِنْ مَنْزِلِهِ، إِلَّا هَلَكَ
Tidaklah seseorang mendzalimi tetangganya dan memaksanya sehingga ia keluar (terusir) dari rumahnya melainkan ia akan binasa. [Adabul Mufrad]

Dulu ada kisah seseorang yang sukanya memutar lagu setiap hari di rumahnya dengan suara yang keras hingga seperti orang yang punya hajat. Tetangganya yang merasa terganggu akhirnya memberanikan diri untuk menegurnya. Si Tetangga berkata : Tolong matikan atau kecilkan volume musikmu!. Orang itu menjawab : “kenapa engkau berkata seperti itu? Bukankah ini adalah sound systemku sendiri yang aku beli sendiri, lagian aku memutarnya di rumahku sendiri, apa urusannya denganmu?” dengan nada tinggi. Tetangga berkata : Memang itu sound systemmu sendiri dan kamu beli sendiri, serta kau memutarnya di rumahmu sendiri, tapi kenapa suara sound-mu itu masuk ke dalam telingaku sendiri dan di rumahku sendiri?.

Banyak orang tidak menyadari bahwa kesukaan orang itu berbeda-beda maka hendaklah bijak dalam menggunakan barang milik sendiri, jangan sampai mengganggu tetangga. Dalam kaidah ushul disebutkan :
لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يَتَصَرَّفَ فِي مِلْكِهِ بِمَا يُؤْذِي بِهِ جَارَهُ
Tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk mempergunakan harta yang dimilikinya dengan penggunaan yang bisa mengganggu tetangganya. [Al-Ihkam Syarah Ushulil Ahkam]

Hal ini seperti pesan Nabi SAW kepada sahabat Hakim RA, Rasul SAW bersbda :
وَلا تَرْفَعْ بِنَاءَكَ فَوْقَ بِنَائِهِ فَتَسُدَّ عَلَيْهِ الرِّيحَ وَلَا تُؤْذِهِ بِرِيحِ قِدْرِكَ إِلَّا أَنْ تَغْرِفَ لَهُ مِنْهَا
Janganlah engkau meninggikan bangunan rumahmu melebihi rumah tetangga yang menyebabkan terhalangnya angin berhembus kepadanya, dan janganlah kau menyakiti tetangga dengan aroma masakanmu melainkan engkau memberikan sebagian untuknya. [HR Thabrani]

Memang permasalahan dengan tetangga kerap terjadi, bahkan disebutkan dalam hadits utama di atas “Dua orang yang berseteru pertama kali di hari kiamat kelak adalah dua orang tetangga”. [HR Ahmad] Dan dalam hadits lain, Nabi SAW bersabda :
كَمْ مِنْ جَارٍ مُتَعَلِّقٍ بِجَارِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ يَا رَبِّ هَذَا أَغْلَقَ بَابَهُ دُونِي فَمَنَعَ مَعْرُوفَهُ
Betapa banyak orang yang memegangi tetangganya di hari kiamat dan ia berkata : “Wahai tuhanku, orang ini telah menutup pintunya untukku sehingga ia mencegah kebaikannya. [HR Bukhari dalam Adabul Mufrad]

Maka hendaknya kita tidak mengganggu tetangga karena mengganggu tetangga akan menjadi urusan di dunia bahkan di akhirat kelak. Nabi SAW bersabda :
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya. [HR Muslim]

Dan sebaliknya kita harus berpikir bagaimana bisa membantu tetangga, membahagiakannya dan menjadikan mereka beruntung memiliki tetangga seperti kita. Jadilah tetangga terbaik di sisi Allah SWT. Nabi SAW bersabda :
خَيْرُ الْجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ
“Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada tetangganya.” [HR Tirmidzi].

Tentunya semua itu bukan untuk mencari pujian, namun supaya kita menjadi orang yang dicintai Allah SWT. Rasul SAW bersabda : “Ada tiga golongan yang dicintai Allah, (salah satunya adalah) :
وَالرَّجُلُ يَكُونُ لَهُ الْجَارُ يُؤْذِيهِ جِوَارُهُ فَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُ حَتَّى يُفَرِّقَ بَيْنَهُمَا مَوْتٌ
seseorang yang memiliki tetangga yang menyakitinya tapi dia tetap bersabar hingga kematian memisahkan keduanya”. [HR Ahmad]

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk tidak memikirkan kebahagiaan kita dan keluarga sendiri saja namun juga memikirkan kebahagiaan tetangga kita sehingga kita meraih bahagia di dunia dan akhirat. Amin…

Penulis: Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama). [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90