Memanas, Panglima Santri Hingga Ulama di Tasikmalaya Kecam Keras Pengemudi Moge Tabrak Santri

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Panglima Santri yang Juga Wakil Gubernur Jawa Barat H.Uu Ruzhanul Ulum mengecam dan mengutuk keras kepada Pengemudi Motor Gede (Moge) yang diduga menabrak salah satu Santri Miftahul Huda Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, Sabtu (27/5/3/2023) sore.

Uu yang juga salah satu anak pendiri tokoh pimpinan Ponpes Miftahul Huda Manonjaya itu berharap agar pengemudi tabrak lari terhadap Santri, supaya memiliki itikad baik dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Saya mengaku prihatin sekaligus mengecam keras kepada pengemudi Moge yang dinilainya tidak memiliki itikad baik dan tidak bertanggung jawab atas tindakannya yang tidak terpuji dengan kabur dan meninggalkan korban tergeletak di pinggir jalan, ” kata Uu dengan nada keras.

Bahkan dirinya mengaku kecewa dengan ungkapan klarifikasi yang disampaikan pihak panitia kegiatan Moge di Pangandaran yang menyebutkan jika luka yang dialami Santri yang menjadi korban tabrak lari hanya sebatas lecet dan baik baik saja.

“Saya kecewa dengan klarifikasi panitia kegiatan Moge, seharus begitu kejadian melihat langsung bukan mendengar laporan. Saat ini Santri Miftahul Huda sedang diperiksa intensif dengan menggunakan alat citiscand di RS. TMC Tasikmalaya khawatir ada luka dalam dibagian tubuh dan kepala,” ucap Uu.

Jangan remehkan komunitas Santri, persatuan santri sangat kuat, jika yang bersangkutan tidak ada itikad baik, tentunya akan membuat komunitas Santri, ponpes dan ulama akan marah serta kecewa. Apalagi Santri memiliki jiwa jihad, tegas Uu.

Hal senada diungkapkan pula oleh salah satu tokoh ulama Tasikmalaya KH. Yusuf Roni pimpinan Pondok Pesantren (ponpes) Al Mujahidin yang berharap pengemudi Moge untuk segera bertanggung jawab dan menyerahkan diri ke aparat, sebelum terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

“Saya sangat sedih dan kecewa atas musibah seorang Santri yang tersenggol iringan iringan Moge dari Pangandaran menuju Bandung. Kejadian ini jangan dianggap sepele, pelaku untuk segera menyerahkan diri ke aparat dan polisi untuk serius mengusut tuntas tabrak lari ini, ” ujar kyai yang juga menjabat Ketua Forum Pondok Pesantren priangan timur.

Malam ini tidak sedikit para santri beberapa tokoh ulama dan ponpes menghubungi dirinya Terkait kejadian tersebut, katanya.

“Jika pelaku tidak segera menyerahkan diri ke polisi dan tidak bertanggung jawab, jangan salahkan kami jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Karena saat ini suasananya sudah mulai memanas apalagi setelah para ulama dan pimpinan ponpes yang ada di Ciamis, Tasik, Garut menghubungi kami, ” imbuhnya.

Sementara informasi yang didapat koran Sinar pagi, pihak panitia kegiatan Moge yang kini sedang melakukan acara di Pangandaran telah memohon maaf atas kejadian tersebut dan rencana Minggu (28/5/2023) usai acara di Pangandaran akan mengunjungi korban di RS. TMC Kota Tasikmalaya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90