Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya bidang perikanan dari seluruh Jawa Barat, diprioritaskan untuk mengikuti seleksi program magang ke Kota Ishinomaki, Jepang. Berdasarkan data terakhir ada 124 warga negara Indonesia yang saat ini berada di Jepang, negara yang ekonominya efisien dan paling maju di dunia.
Kepala Dinas Kelautan & Perikanan Provinsi Jawa Barat, Ir. Hermansyah, M.Si menjelaskan program magang nelayan Indonesia ke Jepang sudah berlangsung sejak tahun 2007 hingga sekarang tahun 2023. “Berdasarkan data yang ada jumlah nelayan dari program magang saat ini mencapai 124 orang menetap di Jepang. Mereka memperoleh fasilitas asrama / tempat tinggal, gajih Rp.15 Juta/bulan dan kebutuhan harian lainnya. Lumayan para nelayannya bisa kirim uang dari Jepang ke orang tua atau istrinya yang ada di Indonesia,”jelasnya setelah melaksanakan kunjungan kerja ke Jepang, lalu menyempatkan wawancara khusus bersama media massa Koran SINAR PAGI, Majah Sunda Mangle dan Radio Republik Indonesia di ruang kerjanya (10:30WIB, Jum’at, 31/3/2023)

Menurutnya untuk syarat mengikuti program ini ialah lulusan SMK Perikanan, harus memiliki kemampuan berbahasa Jepang, keahlian berrenang dan bertekad menetap di Jepang selama 3 tahun. Lulusan SMK yang kebanyakan mengikuti program ini berasal dari daerah Cirebon, Indramayu dan Pangandaran.
“Kota yang saat ini menjalin kerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat ialah Ishinomaki, Onagawa dan Aikawa di Jepang, lokasi 3 kotanya berdekatan. Progam ini hanya ada di provinsi Jawa Barat, tidak ada di Provinsi lain se Indonesia,”ucapnya
Ir. Hermansyah, M.Si berharap dan mengarahkan khusus mereka yang telah magang di Jepang, jangan takut tidak memiliki pekerjaan saat kembali lagi ke Indonesia. Justru akan lebih dibutuhkan, karena memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak dimiliki oleh nelayan di Indonesia. Maka pemerintah provinsi berharap kepada alumni magang nelayan dari Jepang itu dapat menyalurkan keahliannya kepada nelayan di daerahnya atau menjadi wirausaha dari modal ilmu dan pengalamannya selama di Jepang.
3 Jam Bersama Kadispusipda Jabar, “Syukur, Sabar & Ihklas Buah Dari Ilmu Pengetahuan”
Media Cetak Diprediksi Lebih Menyehatkan Akal Pikiran Dibandingkan Media Sosial








