Kamis, Februari 19, 2026

Kakek Iid, Puluhan tahun Menafkahi Kelurganya Menjadi Tukang Sol Sepatu

Ket.Foto : Kakek Iid 75 Tahun, salah satu Tukang Sol Sepatu yang Melegenda di Kota Tasikmalaya

Pewarta : Tono Efendi

Koran SINAR PAGI, Tasikamalaya,- Pak Iid (75) warga Kp.Sindangsono Desa Sukamanah Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, ternyata salah satu tukang sol sepatu yang terbilang “Legend” di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bahkan kakek ini sudah hampir setengah abad atau puluhan tahun Menafkahi Isteri dan anaknya hanya dari usaha tukang sol sepatu.

Tangan terampilnya dalam merapikan sandal dan sepatu yang rusak, jangan diragukan lagi keahliannya dalam sol sepatu/sandal. Sebab saat masih bujangan dulu, kakek dengan 4 orang anak serta 6 cucu dan 4 buyut ini pernah bekerja di pabrik sandal sepatu di kawasan Cibaduyut Bandung.

“Dari sinilah saya mulai bisa memperbaiki sendal dan sepatu kulit. Dan hingga kini keahlian yang saya miliki dijadikan usaha sehari hari saya menjadi tukang sol sepatu sejak tahun 1980-an,” ujar kakek Iid kepada Koran Sinar Pagi, Sabtu (25/3/2023), saat ditemui di tempat usahanya yang sehari harinya mangkal di emperan toko sabun palem Jl Veteran (dekat Mega M matahari) Yudanegara, Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kakek yang masih terlihat sehat bugar ini mengakui, selama bertahun tahun dirinya rela mengais rejeki menjadi tukang sol sepatu sendal untuk memberi nafkah bagi isteri dan anak anaknya.

“Bukannya tidak mau bekerja dan usaha lainnya, tapi keahlian saya hanya ngesol sendal dan sepatu, walaupun isteri dan anak anak melarang saya bekerja seperti ini, tapi saya sudah mencintai pekerjaan saya sebagai tukang sol sepatu,” ujar kakek Iid yang dahulu sempat mangkal di terminal bis saat masih terminal di gunung pereng yang kini menjadi bangunan Mega M matahari.

Dari usaha nya itu, menurut kakek Iid penghasilannya dalam satu hari ternyata tidak menentu, apalagi setelah pasca Covid 19 usaha sol sepatunya sempat terpuruk dan sepi konsumen kala itu.

Jika sedang normal, usaha sol sepatu sendal Kakek Iid, kalau sedang ramai bisa mendapatkan uang Rp. 100 ribu perhari, kalau sepi didirnya hanya mendapat 25 ribu. Dan kadang dalam sehari tidak ada sama sekali konsumen, apalagi saat Covid saat itu, usahanya sempat terpuruk. Padahal pengeluaran sehari saja, Kakek Iid mengaku untuk berangkat dari Cigalontang ke Tasikmalaya, ongkos angkot PP nya saja mencapai Rp.30 ribu belum termasuk makan minum.

“Usaha mah enak jaman dulu sebelum ada Covid, kadang ada beberapa pesanan yang tidak bisa digarap hari ini di besok kan, sekarang pasca Covid usaha menjadi sepi kadang tidak ada konsumen sama sekali dalam seharian,” kata kakek Iid yang usahanya mulai buka pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Adapun tarif sol untuk Sendal di patok harganya Rp. 20 ribu sepasang, tapi untuk sol Sepatu Rp. 30 ribu tergantung kondisi kerusakannya. Sementara jika sepatu rusak alasnya dan diganti ke yang baru di tarif 120 ribu.

jika melihat kondisi tubuhnya, Kakek Iid memang masih terlihat sehat bugar. Dengan usianya yang kini 75 tahun, ternyata kakek ini memiliki resep yang sederhana untuk menjaga kesehatan tubuhnya agar selalu tetap bugar.

“Jangan tinggalkan sholat 5 waktu, jauhi makanan yang pedas pedas dan banyak minum air putih, itu saja resepnya,” pungkas kakek Iid yang sempat mengungsi dan jadi tukang sol sepatu didaerah statisun KA kalender Jakarta usai Musibah Gunung Galunggung Meletus sekitar tahun 1982 dan tak lama kemudian akhirnya kembali ke tanah kelahirannya Tasikmalaya.

Related Articles

Media Sosial

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Berita Terbaru