Sabtu, Maret 7, 2026

Amalan Terbaik Di Bulan Suci Ramadhan

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)

Bulan suci Ramadhan adalah bulan istimewa. Mengapa istimewa ? Diantaranya karena banyak amalan baik yang bisa dilakukan. Puasa, tarawih, sodakoh, silaturahmi dan memberikan makanan, adalah hal baik.

Ada satu amalan yang sangat baik dan terbaik (versi DNK) amalan itu adalah menulis di bulan suci Ramadhan. Ini satu amalan yang tidak bisa dilakukan semua orang.

Si Kaya, Si Ganteng, Si Pintar, Si Berkuasa, Si Pemimpin bahkan Si Penceramah belum tentu sempat dan bisa menulis. Padahal amalan yang langka, tentu mahal nilainya.

Da’wah melalui tulisan adalah jalan kebaikan yang jarang ditempuh orang. Membagikan tajil dalam ribuan bungkus sering kita lihat. Namun membagikan tulisan untuk mengubah mindset jarang kita lihat.

Makanan dan minuman itu untuk perut, tulisan itu untuk akal pikiran (midset). Allah tinggikan derajat manusia bukan karena isi perut, melainkan karena isi akal pikirannya.

Makanan dan minuman adalah sebuah kebutuhan manusia yang sama dengan hewan. Namun pengetahuan, isi akal pikiran hanya ada di manusia.

Binatang dan manusia sama-sama punya otak dan perut. Bedanya manusia punya akal pikiran. Nasi/makanan untuk yang punya otak dan perut. Narasi, literasi untuk yang punya akal pikiran.

Kita lebih mudah buka bersama di bulan suci Ramadhan dibanding menulis bersama. Lebih mudah mengisi perut dengan makanan berbagai menu daripada mengisi akal pikiran dengan menu sudut pandang.

Mengapa orang China, Yahudi dan beberapa bangsa sulit kita kalahkan ? Diantaranya mereka adalah pembaca yang baik. Plus penulis yang baik. Artinya akal pikirnya yang berkembang, bukan perutnya.

Menulis adalah amalan terbaik di bulan suci Ramadhan. Tentu saja tulisan yang baik dan bermanfaat. Para ulama besar adalah penulis terbaik. Ulama tidak menulis usianya lebih pendek dari ulama penulis.

Penulis itu abadi, hidup terus di ruang publik pemikiran. Orang soleh sendirian, selalu puasa dan bangun malam tanpa karya tulis dari temuan pikiranya, akan raib bersama kesendiriannya.

Related Articles

Media Sosial

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Berita Terbaru