Setelah Divonis Bebas Dari Seluruh Dakwaan Penggelapan & TPPU, Air Mata Bahagia Sang Mantan Ketua DPRD Jabar pun Menetes 

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Melly

Koran SINAR PAGI Kab. Bandung, – Mantan Ketua DPRD Jawa Barat, yang menjadi terdakwa atas dugaan kasus penggelapan dan pencucian uang (TPPU), Irfan Suryanagara dan Istrinya Endang Kusumawaty, divonis bebas. Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB), pada Rabu (8/2/2023) yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Dwi Sugianto, SH., MH, dengan didampingi dua hakim anggota masing-masing Vici Daniel, SH., MH dan Saul Erwin, SH.  Sesaat setelah majelis hakim memvonis bebas, Irfan Suryanagara dan Endang Kusumawaty yang mengikuti persidangan secara daring, mengangkat tangannya seraya berdoa, dan terlihat meneteskan air matanya.

Ditegaskan majelis hakim, terdakwa Irfan Suryanagara dan Endang Kusumawaty tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, secara tindak pidana seperti yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).  “Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum. Menyatakan terdakwa Irfan dan Endang, tidak terbukti melakukan tindak pidana,” tegas Dwi. Majelis hakim menyatakan, terdakwa Irfan dalam nomor perkara 912 dan Endang 913, terbukti melakukan perbuatan dalam dakwaan kesatu dan kedua, akan tetapi perbuatan itu bukan tindak pidana, tetapi perdata. Majelis hakim, memerintahkan agar terdakwa segera dibebaskan dari tahanan setelah putusan ini. Dan memulihkan hak terdakwa, dalam kemampuan dan kedudukan, serta hak dan martabatnya.

Selanjutnya majelis hakim pun memerintahkan, agar barang bukti satu bundel, perkara Irfan nomor 1 sampai 146, dikembalikan kepada JPU untuk pembuktian Endang. “Untuk terdakwa Endang Kusumawaty,  perkara nomor 1 sampai 8 dikembalikan kepada saksi Panji Prawiranegara, nomor 9-13 dikembalikan kepada saksi Susi Irmawati,”.

Selain itu majelis hakim juga memerintahkan, agar barang bukti nomor 14-15 dikembalikan kepada Sri Sujatmoko, nomor 16-23 dikembalikan kepada saksi Baihaki. Nomor, 24-80 dikembalikan kepada Stenly Gandawijaya, nomor 81-89 dikembalikan kepada Saksi Sulaiman, dan nomor 90-94 dikembalikan kepada Endang Kusumawaty.  Sedangkan barang bukti, nomor 95 sampai 102 untuk dilaporkan kepada penyidik, gunakan untuk pembukaan blokir, dan nomor 103 dikembalikan kepada Siti Marlisa,  guna pembukaan blokir. Nomor 104 – 110 dikembalikan kepada Endang Kusumawaty, untuk pembukaan blokir, nomor 111-146 tentang perkara ini, dan seluruh biaya perkara di bebankan kepada Negara,” tegasnya.

Setelah majelis hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa, selanjutnya majelis mempersilahkan pihak yang tidak sependapat dengan putusan tersebut untuk melakukan upaya hukum yang ada sesuai dengan perundang-undangan.  Saat hakim bertanya kepada penasehat hukum terkait putusan, apakah akan melakukan banding, tim kuasa hukum terdakwa langsung menjawab menerima atas putusan hakim.  Sedangkan JPU, saat ditanya hal yang sama menyatakan “Dipikir-pikir dulu yang mulia”.

Sementara Penasihat Hukum terdakwa Radtya, SH., MH. ketika dikonfirmasi media usai sidang putusan, menyatakan bersyukur akhirnya majelis hakim mempertimbangkan fakta-fakta yang betul terungkap di persidangan. “Dengan demikian diputus Pak Irfan dan Bu Endang Bebas dan tidak terbukti tindak pidananya, yang sejak awal memang sudah kami ragukan” ujar Raditya.

Lanjut Raditya dengan demikian maka Alhamdulillah keadilan telah ditegakkan, nama baik dan harkat martabat Pak Irfan harus dikembalikan seperti semula. Kemudian Raditya pun menyatakan, bahwa majelis hakim sangat memperhatikan fakta-fakta di persidangan, yang semuanya bertolak belakang dengan dakwaan dan hasil BAP dari para saksi di penyidik. Menurut Raditya dengan tidak terbukti unsur pidana maka terkait kerjasama yang dilakukan oleh kliennya bersama dengan Stely adalah ranah perdata, pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90