Apakah Anda Pengurus PGRI Bermasalah ?

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)

Menuju tahun 2024 di tubuh PGRI akan ada dua kelompok wajah pengurus. Pertama kelompok bermasalah dan tak mengerti esensi AD/ART dan kedua kelompok waras dan mengerti esensi berorganisasi.

Kelompok bermasalah adalah kelompok pengurus yang mendukung Unifah Rosyidi nyalon kembali di Kongres tahun 2024. Mengapa Saya katakan kelompok ini bermasalah ?

Karena bila Unifah Rosyidi terpilih akan ada Ketua Umum PB PGRI melintasi belasan tahun. Esensi AD/ART melarang adanya Ketua Umum PB PGRI yang berkuasa belasan tahun.

Kelompok waras dan mengerti AD/ART adalah kelompok yang menolak Unifah Rosyidi dan mendukung perubahan di tubuh PB PGRI. Saya pastikan para pengurus PGRI di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jateng, Yogyakarta, Banten dan luar Jawa memahami ini.

Mungkin ada beberapa saja yang tak mengerti esensi AD/ART yang masih mendukung Unifah Rosyidi nyalon kembali. Ini dinamika organisasi yang selalu menghadirkan warna, warna waras dan warna fanatik buta.

Sahabat PGRI di seluruh Indonesia mari kita dukung kebaruan, perubahan dan hadirnya pemimpin baru di Kongres tahun 2024. Semoga kepemimpinan PB PGRI dalam “gaya emosional otoriter” segera berakhir.

PGRI ke depan harus lebih baik. Syaratnya pemimpin lahir dari daerah/provinsi/kabkota. Agar kebatinan guru, pengurus dan rasa kekeluargaan lebih kuat.

Unifah Rosyidi dengan segala kekurangan dan kelebihannya akan tercatat dalam sejarah pernah memimpin PGRI. Perempuan hebat yang luar biasa dan pernah berkuasa “tiga periode”.

Periode PLT, periode terpilih pasca PLT dan periode terpilih di Kongres tahun 2019. Kehadiran Unifah Rosyidi menjadi Ketua Umum PB PGRI menjelaskan bahwa PGRI tidak alergi pemimpin perempuan. Ini positif dalam sejarah PGRI kelak.

Hal negatif adalah bila Unifah Rosyidi dipilih dan didukung maju lagi dalam Kongres tahun 2024. Ini akan menjadi cacat sejarah di PGRI. Mengapa ? Karena ada ketua umum yang berkuasa melanggar AD/ART yakni melintasi belasan tahun.

Saya memahami bila masih ada pengurus PGRI yang bermasalah dan tak mengerti esensi AD/ART, ini masalah wawasan dan militansi yang salah tempat, atau karena hal lain yang tak normal.

Era Literasi dan Numerasi memberikan pesan pahami sejarah para pemimpin terbaik di PB PGRI dan pahami “numerasi” pesan jumlah tahun, jangan ada yang belasan tahun berkuasa.

Kita akan dihujat generasi penerus PGRI kelak, bila mendukung Unifah Rosyidi maju lagi dan memilihnya. Kita boleh bodoh dan tak waras, tapi “Jangan Terlalu” kata Rhoma Irama.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90